
Solok, Scientia – Keikutsertaan Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia ditentang sejumlah pihak. Terlebih selama ini Indonesia mengecam kejahatan Israel terhadap penjajah terhadap Palestina.
Kendati begitu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir bersikeras mengikutsertakan Timnas Israel. Dia bahkan menjamin keamanan timnas yang dicap penjajah Palestina itu.
“Kalau kami tidak bisa mengambil posisi menjamin, mengamankan, ya mungkin Indonesia jangan lagi bidding event-event internasional,” kata Erick di Istana Negara, Jakarta pekan lalu.
Baginya, negara menjamin kedatangan siapapun yang bermain di Indonesia sesuai kontrak sebagai tuan rumah. Jaminan itu tak hanya berlaku untuk Piala Dunia U-20, tapi juga tim yang datang ke Indonesia untuk kompetisi lainnya.
Menteri BUMN ini juga mengingatkan, bahwa Indonesia masih mau ikutb bidding Olimpiade 2036 hingga Piala Dunia 2034 mendatang. Jadi dia menilai Indonesia harus bisa melayani siapapun.
“Kalau Piala Dunia U-20 saja tidak siap, ya kita jangan bidding. Daripada kita memalukan diri kepada seluruh dunia. Kita mesti bisa melayani tamu-tamu yang hadir,” ujarnya.
Sebelumnya, Timnas Israel lolos ke Piala Dunia U-20 di Indonesia yang digelar pada 22 Mei-11 Juni 2023 mandatang. Rencana kedatangan Timnas Israel ke Indonesia ini menuai kritik banyak pihak.
Salah satunnya, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid yang meminta rencana Timnas Israel yang bakal ikut bertanding di Piala Dunia U-20 di Indonesia dikoreksi dan dikaji ulang.
“Sesuatu yang tidak sesuai amanat Konstitusi, yang menolak segala bentuk penjajahan. Termasuk penjajahan Israel atas Palestina,” tegasnya.
Selain itu, Lembaga Kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) juga menolak dengan keras keikutsertaan Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 yang bakal digelar di Indonesia itu.
AWG menilai, pemerintah zionis Israel masih terus gencar melakukan penjajahan dan tindakan kekerasan serta serangan brutal terhadap warga Palestina. Sementara Indonesia juga mayoritas muslim.
Apabila Timnas Israel hadir di Indonesia, dinilai secara tidak langsung sudah mengakui eksistensi Israel, dan bentuk dukungan atas penjajahan Israel terhadap warga Palestina.
Sementara di sisi lain, Indonesia menolak segala bentuk penjajahan seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Bahkan Presiden Soekarno pernah menolak atlet kontingen Israel pada Asian Games IV tahun 1962.
Bukan itu saja, ketegasan founding father Indonesia itu, bahkan menolak melawan Timnas Israel pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Hal ini semata-mata untuk mendukung Palestina merdeka dari penjajahan Israel.
Diketahui, Erick Thohir menjadi panitia bidang prestasi Piala Dunia U-20 sesuai Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2020. Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali selaku Ketua Panitia, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono jadi ketua bidang sarana.

Tinggalkan Balasan