
Padang, Scientia – Persiapan rencana kegiatan Latihan Integritas Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLIII Tahun 2023 di sejumlah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat semakin matang.
Demi pemantapan publikasi Latsitardanus 2023 ini, tim penerangan akademi TNI melakukan survei media informasi luar ruang selama dua hari, yakni di Padang, Solok, Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan Pasaman.
“Survei ini untuk melihat kondisi terkini media informasi luar ruang yang akan dijadikan media sosialisasi kegiatan Latsitardanus XLIII/2023,” kata Kabid IKP Diskominfotik Sumbar, Indra Sukma pada Rabu, (8/3).
Dia menyebut, Latsitardanus XLIII/2023 ini akan digelar mulai 5 Mei hingga 9 Juni 2023 mendatang. Diperkirakan akan diikuti sekitar 1.300 taruna Akademi Militer, Kepolisian, Praja IPDN, Poltek SSN, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Menurut Indra, rencana penyebaran informasi ini melalui media informasi luar ruang berupa baliho dan videotron. Setidaknya ada 23 titik baliho dan 4 titik videotron yang tersebar di Kota Padang dan daerah lainnya.
“Secara umum kondisi baliho dan videotron sangat baik, dan hasil temuan kita ada beberapa baliho yang perlu kita rapikan karena tertutup oleh pohon pelindung,” ujarnya.
Sementara Kapen Akademi TNI, Mayor Chb A. Samsudin, mengapresiasi dukungan dan kesiapan Pemprov Sumbar dengan publikasi secara masif. Terkhusus untuk media informasi luar ruang yang layak dan posisinya strategis.
“Diharapkan publikasi Latsitardanus ini bisa semakin meluas di tengah masyarakat, ditambah lagi dengan adanya dukungan pemberitaan media massa cetak dan online,” ungkap Samsudin.
Sementara Pabandya ops Ditdik Akademi TNI, Letkol Marinir Soegeng, M.Han menilai, kegiatan Latsitardanus XLIII/2023 akan memberikan dampak positif diberbagai bidang yang ada di Sumbar.
Dia berpendapat, Latsitardanus ini bakal mampu meningkatkan jiwa integrasi antara Taruna Akademi TNI/Polri, Praja IPDN, Poltek SSN, mahasiswa lokal dan masyarakat Sumbar secara umum.
“Dengan digelarnya Latsitardanus sebagai event nasional di Sumbar, artinya daerah Sumbar ini aman. Jadi akan menumbuhkan kepercayaan publik, khususnya calon investor untuk berinvestasi di Sumbar,” kata Soegeng. (ADPSB)

Tinggalkan Balasan