
Oleh: Nabila Hanifah Suci R.
(Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)
Sejak diusungnya Kurikulum Merdeka Belajar pada akhir tahun 2019, pendidikan di Indonesia saat ini bersifat holistik. Pendidikan holistik merupakan pendidikan yang berfokus pada pengembangan karakter mulia peserta didik untuk memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Perangkat sekolah (guru dan kepala sekolah) serta perangkat kampus (dosen, dekan, dan rektor) diberi otoritas luas untuk menentukan metode pengajaran dan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat anak. Dari definisi tersebut, terlintas satu pertanyaan, apakah selama ini pendidikan memberikan jalur yang salah bagi anak?
Pertanyaan di atas hadir seiring stigma salah jurusan yang banyak melekat di benak mahasiswa. Frasa salah jurusan mengacu pada pikiran seseorang yang menganggap program studi yang diambil tidak sesuai dengan minat dan bakat. Frasa ini juga mengacu pada stigma masyarakat yang menganggap program studi yang dijalani seseorang banyak tidak terpakai di lingkungan kerja. Pada akhirnya, seseorang akan bersikap malas mengikuti perkuliahan dan menjadi lulusan dengan kemampuan pas-pasan. Meskipun tidak semua orang bersikap seperti itu, stigma tersebut terus ada hingga hari ini.
Hal itu pun terjadi pada saya. Sewaktu berkuliah, saya pernah ditanyai oleh seorang ibu yang bertemu di angkot. “Kuliah di mana, Nak?” tanya ibu tersebut. Saya menjawab, “Di Universitas Andalas, Bu”. Ketika Ibu itu mendengar nama kampus ternama, senyumnya cerah, mengingat Universitas Andalas berada di peringkat ke-14 universitas terbaik di Indonesia dan berada di urutan ke-1739 di dunia. “Wah, pintar ya. Jurusan apa, Nak?” semakin sumringah ia bertanya. Saya tersenyum, “Sastra Indonesia, Ibu”. “Oh.” Senyum ibu itu langsung hilang mendengar jawaban saya. Jurusan Sastra Indonesia sering dinilai hanya melahirkan guru bahasa. Peristiwa ini berkali-kali membuat saya berpikir, “Apakah saya salah mengambil jurusan?”. Akankah saya bisa bekerja di bidang yang saya minati tanpa melihat latar belakang pendidikan?
Jurusan Sastra Indonesia merupakan keinginan saya. Saya suka membaca dan menulis sejak bangku sekolah. Teman-teman menyarankan untuk mengambil jurusan tersebut dan ternyata menyenangkan berkuliah di jurusan pilihan sendiri. Namun sayang, sebuah stigma terus tumbuh bahwa lulusan Sastra Indonesia hanya akan menjadi seorang penulis novel atau pengajar bahasa Indonesia. Jujur, saya tidak berminat menjadi novelis ataupun pengajar. Hal itu pun membuat saya gundah gulana dan sering kali malas kuliah.
Akan tetapi, gairah kuliah dan inspirasi-inspirasi kembali bermunculan berkat dorongan seorang dosen. Saya pertama kali bertemu beliau di kelas Jurnalistik. Beliau mengajarkan materi kuliah dengan semangat dan mendorong mahasiswa untuk berani menulis. Saya bahkan tidak bisa menjelaskan kembali suasana itu karena saya seketika merasa bangga berkuliah di prodi tersebut. Berkat dorongan beliau, saya memberanikan diri untuk berorganisasi bidang jurnalistik, bahkan tulisan saya pernah memenangkan lomba kepenulisan.
Pengalaman saya dengan beliau tidak hanya sampai di situ. Impian saya untuk berkarier di bidang industri kreatif dalam bidang kebahasaan terwujud berkat situs Ejaan.id yang diciptakannya. Situs Ejaan.id adalah situs penyuntingan naskah yang berpedoman pada kaidah bahasa Indonesia yang berlaku saat ini. Dari situs tersebut, tulisan yang salah ketik dan memuat ejaan yang salah akan diperbaiki secara otomatis. Kita bisa tahu antara kata baku dan tidak baku, ejaan benar dan ejaan salah, serta mendapatkan hasil perbaikan secara cepat. Meskipun dalam tahap pengembangan, situs ini dapat menyunting naskah hingga tataran kalimat dan memberikan contoh kalimat efektif.
Siapa yang menyangka bahwa web tersebut terinspirasi dari kami, para mahasiswanya. Mahasiswa sering salah menulis kata atau kalimat dan tidak sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang benar. Contohnya, kesalahan penulisan di- sebagai kata depan yang ditulis sama dengan di- sebagai awalan. Penulisan kata di depan ditulis gabung menjadi didepan. Ini merupaakan penulisan yang salah. Memang kebanyakan orang pun salah menulis kata ini dengan menulisnya secara serangkai, sama seperti penulisan di- sebagai awalan, misalnya dibaca dan ditulis. Bayangkan bila menjadi seorang dosen terus-menerus mengulangi topik tersebut pada mata kuliah wajib bahasa Indonesia kepada seluruh mahasiswa. Tentu hal itu sangat melelahkan. Namun, dari sinilah tercipta inovasi belajar seperti yang saat ini digalakkan kurikurilum merdeka belajar.
Ria Febrina, S.S., M.Hum., nama dosen yang telah menciptakan metode pembelajaran berbasis web tersebut. Ia menyadari banyaknya pengguna internet di kalangan anak muda. Berdasarkan data dari We are Social per Januari 2023, pengguna internet di Indonesia kini adalah 77 persen dari total populasi 276.4 juta jiwa. Pengguna internet didominasi oleh anak muda dari generasi milenial dan generasi Z dengan rata-rata durasi pemakaian sebanyak 7 jam 42 menit, mahasiswa termasuk di dalamnya. Mahasiswa pun menyukai belajar dari internet daripada membaca buku. Oleh sebab itu, situs penyuntingan ini lebih disukai oleh mahasiswa. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para mahasiswa, tetapi juga oleh masyarakat luas. Siapa pun dapat belajar secara mandiri dari web ini. Web ini mengajarkan pengguna untuk mencintai bahasa Indonesia, sekaligus menjadi media yang berkontribusi untuk menjembatani bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.
Saya diam-diam mencatat setiap pemikiran beliau di kelas ketika itu. Dari data Kemdikbud pada 2022, terdapat 47 negara di dunia yang menyediakan Jurusan Bahasa Indonesia. Bahkan, bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Australia. Baru-baru ini pun bahasa Indonesia diajarkan di Universitas Harvard. Saya pun terinspirasi untuk berbagi semangat dalam mencintai bahasa Indonesia. Bermula dari kesempatan magang di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan menjadi seorang penulis, saya pun mendeklarasikan diri sebagai seorang kreator konten.
Awal tahun 2023, saya membuat konten video dan foto edukasi bahasa dan sastra Indonesia yang terinspirasi dari Ejaan.id. Saya belajar mengedit foto dan video secara otodidak melalui aplikasi ponsel pintar. Beberapa konten yang saya buat mendapat penonton yang cukup banyak di TikTok dan Instagram. Meski belum dikatakan berhasil, saya memberanikan diri untuk membuat perencanaan konten media sosial, membuat desain menarik, hingga menganalisis insight media sosial. Inilah jawaban pertanyaan saya di atas. Tidak ada lagi stigma salah jurusan dan saya meyakini semua jurusan itu penting. Semua jurusan sama-sama memberikan jalan untuk mewujudkan cita-cita. Hal ini terjadi berkat kurikulum Merdeka Belajar. Salah satu esensi Merdeka Belajar adalah semangat gotong royong antara pemerintah, tenaga pendidik, sekolah, dan orang tua untuk menyediakan pendidikan yang bermutu untuk mengembangkan minat serta bakat peserta didik. Pemerintah menyediakan kebebasan bagi pengajar dan sekolah untuk mengimplementasikan kurikulum yang menitikberatkan kebutuhan serta karakteristik anak. Pengajar menjadi tonggak utama dalam mewujudkan merdeka belajar.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menyebutnya dengan program guru penggerak. Program ini memberikan pelatihan kepada guru untuk mampu mengajar secara kreatif, mendorong, dan mengembangkan karakter serta potensi peserta didik. Namun, saya lebih menyukai dengan sebutan guru merdeka. Mengutip pendapat Joko Wahyono tentang definisi guru merdeka dari video Youtube yang berjudul “Merdeka Belajar: 7 Ciri Guru Merdeka Belajar yang dapat menggerakkan perubahan”. Guru merdeka adalah guru yang memiliki kebebasan untuk belajar, bekerja, berjuang, bersinergi, dan berbagi. Guru merdeka juga dapat membangun dirinya dan muridnya secara kreatif dan inovatif untuk kemajuan bangsa dan negaranya, seperti yang dilakukan oleh dosen saya dalam mata kuliah jurnalistik dengan Ejaan.id-nya.
Bagi saya, guru merdeka adalah pengajar yang menumbuhkembangkan potensi masing-masing anak didiknya dengan mengarahkan, memberikan motivasi, dan rasa menghargai melalui metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta menyenangkan. Skala pengajarannya tidak terbatas pada lingkungan sekolah/perguruan tinggi saja, tetapi juga mampu mengajarkan masyarakat luas. Kebermanfaatan pendidikan yang berorientasi kepada masyarakat merupakan prinsip utama pendidikan yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara yang dijuluki Bapak Pendidikan Indonesia.
Esensi Kurikulum Merdeka Belajar terinspirasi dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara berupa pendidikan yang bersifat holistik. Pendidikan yang berfokus pada pengembangan karakter mulia peserta didik untuk memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Guru bertugas menumbuhkan potensi dan minat masing-masing anak didik agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi budaya di mana anak tumbuh (kodrat alam) serta kebutuhan zaman (kodrat zaman). Sebagai fasilitator, guru memberi motivasi, inspirasi, dan berperan aktif ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam belajar.
Gagasan Ki Hajar Dewantara disebut Tri Rahayu. Pertama, hamemayu hayuning sarira yang berarti pendidikan bermanfaat bagi diri manusia itu sendiri untuk memajukan dan menjaga diri. Kedua, hamemayu hayuning bongso, yaitu pendidikan bermanfaat untuk memelihara dan menjaga bangsa. Ketiga, hamemayu hayuning bawono, yakni pendidikan berguna untuk memelihara dan menjaga dunia. Kebijakan Merdeka Belajar ini tidak akan terwujud tanpa peranan guru merdeka. Bila saya tidak bertemu dengan dosen yang sudah menerapkan sosok guru merdeka, saya tentu masih kesulitan dalam menentukan masa depan.
Bila kualitas dan kuantitas guru merdeka terus ditingkatkan, cita-cita Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera tentu bisa terwujud. Berawal dari cita-cita sederhana, yakni dari metode pendidikan yang memerdekakan peserta didik dalam mengeksplorasi minat dan bakat, kelak setiap lulusan dapat tumbuh dan berkembang dalam mewujudkan cita-cita besarnya. Kampus akan mampu menyediakan pemimpin-pemimpin terbaik untuk Program Indonesia Emas pada 2045 mendatang.

Tinggalkan Balasan