![Penampilan tari Basikencak oleh kontingen UIN MU Batusangkar. [foto : Sci/ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230526-WA0001-300x178.jpg)
Tari Basikencak merupakan tarian khas Minangkabau yang menggabungkan dua unsur tarian, yaitu langkah dan ayuak pada pencak silat atau randai dan tari piring.
Langkah yang perlihatkan dalam gerak silek dan randai mencerminkan kekokohan dan kekuatan dengan filosofi “Lahianyo mencari kawan, Batinnyo mancari Tuhan”.
Filosofi tersebut mengandung esensi syarak dalam kehidupan manusia yang disebut dengan Habblumminannas dan Habblumminannallah.
Kemudian dari langkah tersebut berperindah menjadi gerak ayuak pada tari piring sebagai perwujudan rasa syukur kepada sang pencipta, atas segala rezki yang diberikan.
Rektor UIN MY Batusangkar Prof. Dr. Marjoni Imamora beserta rombongan dan pendamping mengapresiasi penampilan kontingen Racana Mahmud Yunus – Rahmah El Yunusiyyah yang memukau semua penonton di arena bumi perkemahan.
“Moment ini menjadi penting bagi kontingen UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk selalu memperkenakan budaya dan adat Minangkabau ke seluruh Nusantara. Dan juga berperan aktif merajut kebhinekaan dalam bingkai moderasi beragama mengingat peserta yang hadir berasal dari beragam suku, agama, budaya dan bahasa,” pungkas Prof. Marjoni.(YRP)
![Penampilan tari Basikencak oleh kontingen UIN MU Batusangkar. [foto : Sci/ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230526-WA0001.jpg)
Tinggalkan Balasan