
Padang, Scientia – Geografis Indonesia selaku negara kepulauan sangat rentan terhadap berbagai bencana alam. Terlebih, negara dengan penduduk ke-4 terbanyak di dunia ini berada di ring of fire.
Beragam bencana alam di Indonesia ini, berupa gempa bumi, banjir, erupsi gunung berapi, longsor, hingga tsunami. Salah satu daerah yang kerap dilanda bencana alam ini yakni Sumatera Barat (Sumbar).
“Daerah kita (Sumbar) ini termasuk daerah yang sangat rentan bencana, dan hampir semua bencana ada,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur pada Selasa, (7/9/2021).
Setiap bencana alam yang terjadi, mayoritas perempuan, anak-anak, dan lansia yang menjadi korban. Faktornya karena tiga kelompok ini masih kurang tanggap, minim kesadaran, dan masih kurangnya teredukasi terkait bencana.
Salah satu bukti kejadian bencana memilukan di Sumbar, yakni gempa berkekuatan 7,6 skala richter pada tahun 2009 di Kota Padang dan sekitarnya. Korban yang meninggal mencapai 1.117 orang, luka berat 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, dan 1 dinyatakan hilang.
Selanjutnya, peristiwa gempa berkekuatan 7,8 magnitudo dan disertai tsunami juga pernah melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2010. Bencana ini menelan 408 korban jiwa, 303 orang hilang, dan 15 ribu orang terpaksa mengungsi.
“Ganasnya bencana yang melanda selama ini tentu menjadi pelajaran dan sekaligus peringatan bagi kita untuk terus siaga, dengan cara mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu edukasi kebencanaan yang digemakan BPBD Sumbar yakni bernama My Darling Gana. Edukasi yang diberikan dengan kolaborasi bersama Yayasan Gaung Ekspos ini yakni melalui metode sosialisasi pertunjukan drama musikal.
Sutradara Gaung Ekspose, Armeynd Suf Hasril menyebut, My Darling Gana ini yakni melibatkan anak-anak. Tujuannya untuk menyampaikan informasi atau pesan terkait kebencanaan melalui gerak dan lagu dengan lebih menarik.
“Didukung multimedia dan audiovisual,
diwujudkan di atas pentas dalam bentuk gerak dan musik yang disertai dialog yang berisikan suatu cerita,” tutur Armeynd.
Dia menjelaskan, My Darling Gana digarap sejak 2019 yang mengandalkan sosialisasi penanggulangan bencana dengan kearifan lokal. Tujuannya memberikan edukasi, pengetahuan, dan penyadaran bagi anak-anak tentang lingkungan atau daerah rawan bencana.
Sosialisasi My Darling Gana dilakukan di enam kabupaten/kota, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Pesisir Selatan, Limapuluh Kota, Tanah Datar, dan Mentawai. Dengan harapan masyarakat setempat siap dan cerdas menghadapi bencana ke depan.

Tinggalkan Balasan