KPU Sumbar Ajak Masyarakat Jadi Pemilih yang Cerdas

Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Sumbar, Jons Manedi

Padang, Scientia – Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Hubungan Partisipasi Masyarakat, dan SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (sumbar) Jons Manedi menyebut dalam beberapa tahun terakhir, Pemilu sering kali disertai dengan munculnya berbagai hoaks dan kecurangan.

Menurutnya ini dapat mengancam integritas dan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan. Begitu juga dengan adanya pemilih yang golput dan politik uang (money politic).

“Tahapan selama penyelenggaraan pemilu yang bersih akan melahirkan pemimpin yang bersih. Kita (masyarakat) harus jadi pemilih cerdas, anti terhadap berita hoaks, anti golput, dan anti politik uang,” ujar Jons Manedi saat menjadi narasumber pada kegiatan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik dengan tema “Menjadi Pemilih Cerdas dalam Pemilu 2024,” di Gedung Tro Arga, Bukitinggi pada Senin 24 Juli 2023.

Dijelaskan Jons Manedi, untuk mewujudkan pemilu yang tertib dan anti-hoaks adalah memastikan bahwa proses pemilu berjalan dengan transparan dan terbuka.

Oleh karena itu, katanya, pihak penyelenggara pemilu harus menginformasikan dengan jelas dan terbuka tentang tahapan dan proses pemilu, mulai dari daftar pemilih hingga penghitungan suara.

Hal ini dapat membantu mengurangi kesempatan bagi oknum-oknum yang ingin memanipulasi hasil pemilu.

“Pemilih yang cerdas harus anti terhadap berita hoaks yang beredar. Terlebih berita hoaks tentang penyelengaraan pemilu, contohnya ratusan ribu surat suara telah tercoblos yang memenangkan satu pasangan calon,” katanya.

Jons Manedi juga mengatakan, masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan pemilu yang tertib dan anti-hoaks.

Masyarakat harus memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima, terutama di era digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan cepat dan mudah.

“Mari bersama-sama semua kita untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan memperhatikan sumber informasi yang diterima, serta membantu menyebarluaskan informasi yang benar dan dapat dipercaya untuk mengurangi penyebaran hoax ini,” ujarnya.

Jons Manedi menambahkan, mewujudkan pemilu yang tertib dan anti-hoax adalah tanggung jawab bersama dari semua pihak.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *