
Jambi, Scientia – Duo delegasi komunitas pegiat Budaya dan Lingkungan dari Dharmasraya, Bustanol dan Syamri mengikuti Kenduri Ekspedisi Batanghari di Desa Muaro Pijoan Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (2/8/2023)
Kegiatan ini mengusung tema Majukan Budaya dan Lestarikan Lingkungan dengan rangkaian kegiatan yang di gelar seperti Bebiduk Besamo, penampilan tari tradisional, penanaman pohon, diskusi lingkungan dan lepas bibit ikan
Menurut peserta asal Dharmasraya, Bustanol atau akrab di sapa Bung Tanol mengatakan rangkaian kegiatan yang digelar ini sangat bermanfaat dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan dan kegunaan sungai beserta hewan yang hidup sebagai sumber keberlangsungan peradaban manusia
“Banyak hal yang dapat kita petik sebagai pembelajaran edukatif di kegiatan ini serta mencari solusi untuk pembenahan yang dilakukan secara bersama – sama nantinya,” katanya
Ia menambahkan persoalan – persoalan di Sungai Batanghari ini meliputi seperti, persoalan Amdal, sampah, jamban, PDAM dan matapencarian masyarakat di sungai tersebut
“Termasuk kelangkaan ikan Belida sebagai hewan yang lindungi sesuai Peraturan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 1 Tahun 2021 yang disosialisasikan oleh Bapak Dr Sukmono Tedjo pada kegiatan ini,” tegasnya
Ia menerangkan inilah momentum untuk memberikan edukatif serta menumbuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan lingkungan,” terangnya
Senada, Syamri mengatakan apabila semua ini dibiarkan dan tidak ada pembenahan yang dilakukan secara kolaborasi akan berdampak pada kehidupan nantinya
“Seluruh lini harus bahu membahu untuk menyelesaikan ini,” bebernya
Apalagi sepanjang Daerah Aliran Sungai Batanghari sangat tepat untuk pengembangan pariwisata budaya dan penguatan ekonomi masyarakat kecil
“Batanghari ini salah satu pariwisata andalan di Provinsi Jambi,” pungkasnya
Kegiatan ini turut di hadiri oleh Wakil Kemendikbudristek, Siswanto, Gubernur Jambi, Abdullah Sani, Pj Bupati Muaro Jambi, Kepala Desa Muaro Pijoan dan tokoh masyarakat. (tnl)

Tinggalkan Balasan