Pemkab Pasbar dan KKP Gelar Program Smart Fisheries Villlage di Jorong Sikabau

Pasbar, Scientia— Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan sejumlah kegiatan peningkatan sumber daya manusia pada program Smart Fisheries Villlage (SFV) atau desa perikanan cerdas di Jorong Sikabau, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Selama 2023 ini kita fokus melakukan kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dan pembuatan roadmap pengelolaan SFV Sikabau pada kelompok masyarakat di Sikabau,” tutur Kepala Dinas Perikanan Pasaman Barat Zulfi Agus Selasa (3/10).

Ia mengatakan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah pelatihan budidaya lobster, pelatihan pariwisata, pelatihan coral garden, penanganan mitigasi bencana dan konservasi penyu.

“Kegiatan itu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah terkait sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” katanya.

Sedangkan untuk lanjutan tahun 2024 pihak kementerian meminta dukungan anggaran OPD terkait untuk mendukung kegiatan ini agar kegiatan dari KKP dapat berlanjut di tahun depan.

“Sesuai MoU yg sudah ditanda tangani Pemkab Pasaman Barat dengan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM KKP) bahwa program SFV di Pasaman Barat akan didukung oleh KKP selama 3 tahun,” ujarnya.

Program itu didanai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan selama tiga tahun sesuai kesepakatan antara Bupati Pasaman Barat dengan KKP.

“Pada 2023 ini dikucurkan anggaran sebanyak Rp500 juta untuk aktivitas training mengenai perikanan, pariwisata, selam, transplantasi karang, serta media info dan komunikasi,” katanya.

Ia menyebutkan desa tersebut bakal berdikari dan tentunya bakal menciptakan mata pencarian tambahan bagi masyarakat sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

Untuk tahap awal, katanya, aktivitas ini berupa sosialisasi, pelatihan-pelatihan mengenai budidaya lobster, kepiting, pengolahan ikan, training selam, pembuatan karang garden, support bibit lobster, kepiting, dan kerapu.

“Akhirnya kelak menjadikan desa itu mandiri berbasis teknologi info dalam pengembangan perikanan dan wisata,” ujarnya (idn)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *