
Dharmasraya, Scientia – Terkait aksi damai Masyarakat Adat Nagari Koto Baru Silombiak Nagari Koto Nan Empat Dibawuh Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya tanggal 6 Oktober 2023 lalu ke Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Kelompok Tani Maju Jaya bermediasi di Kantor Wali Nagari setempat, Jumat siang (13/10/2023)
Mediasi ini berlangsung alot selama tiga jam serta sempat memanas dengan argumentasi yang dilontarkan oleh kedua belah pihak yang bertikai terkait persengketahan lahan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Lahan perkebunan kelapa sawit seluas 706 Ha milik kelompok Tani Maju Jaya sepakat untuk di ukur ulang dari hasil mediasi kedua belah pihak yang bertikai
Mediasi ini difasilitasi oleh Pemerintahan Dharmasraya, Polres Dharmasraya, jajaran Forkopimda Dharmasraya dan Pemerintahan Nagari Koto Nan Empat Dibawuh untuk mencari kesepakatan bersama antara masyarakat dengan pihak investor/pembeli dengan tujuan untuk terciptanya situasi kondisif dan aman di Nagari Koto Nan Empat Dibawuh
Disela – sela itu, Syahrozie, Legal Perusahaan Kelompok Tani Maju Jaya
mengucapkan apreseasi dan terimakasih kepada Pemerintahan Nagari Koto Nan Empat Dibawuh yang telah memfasilitasi mediasi ini
Syarozie menjelaskan kronologis pembelian lahan seluas 706 Ha itu yang berlokasi di Nagari Koto Nan Empat Dibawuh
“Semenjak tahun 2014 sampai ke tahun 2020 kita membeli ke Almarhum M. Jamil Dt. Rajo Panghulu,” ucapnya
“Bukti transaksi bersama Almarhum sangat jelas mulai dari secara legalitas kwintasi dan alashak yang kita miliki. Semuanya itu jelas dan mempunyai bukti,” ujarnya
Ia pun menyinggung apa yang disampaikan oleh Koordinator Aksi kemarin Aidil Fitri Dt. Panghulu Bosau tentang penyerobotan lahan itu tidak benar
“Kita bisa klarifikasi artinya benar mengenai lahan yang kita beli,” tegasnya
“Lahan yang kita beli dan kuasai sampai saat ini adalah seluas 706 Ha. Semuanya beralashak jadi dengan catatan SHM 236 Ha dan lebihnya masuk ke dalam kawasan APK, dan tidak ada lahan masyarakat yang kita ambil atau bahasanya diserobot,” sambungnya
Syarozie membeberkan telah mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.648.000.000 Miliyar
“Satu hektare lahan kita beli seharga Rp8 juta,” terangnya
Ia berharap dengan adanya proses mediasi ini dengan Aidil Fitri Dt. Panghulu Bosau dapat memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada
“Hasil dari mediasi ini bahwa dari pihak Aidil Fitri Dt. Panghulu Bosau meminta kita untuk melakukan pengkuran ulang,” imbuhnya
“Dan saya sangat senang sekali agar semuanya paham dan biar jelas apa yang di inginkan oleh pihak Adil Fitri Dt. Panghulu Bosau sehingga terjawab nanti dengan adanya pengukuran ulang nanti,” jelasnya.
Merasa Dirugikan
Terkait aksi damai kemarin dari pihak kelompok Tani Maju Jaya merasa sangat dirugikan karena pintu masuknya diportal sehingga hasil panennya tidak bisa dikeluarkan
Syahrozie menyinggung mengenai tuntutan aksi damai kemarin dari kelompok Tani Maju Jaya sudah mempersiapkan tetapi semuanya butuh proses karena membangun kebun ini butuh waktu
“Setiap ada agenda keagaman kita selalu membantu warga yang ada di Nagari Koto Nan Empat Dibawuh,” tuturnya
Terpisah, Aidil Fitri Dt. Panghulu Bosau saat dikonfirmasi lewat WhatsApp mengenai lahan milik kelompok Tani Maju Jaya seluas 706 Ha yang telah beralashak dan bersetifikat
“Kita belum akui sebanyak itu dan belum di ukur ulang,” katanya
Perihal pengukuran ulang lahan tersebut belum di ketahui kapan waktunya. pungkas Aidil Fitri Dt. Panghulu Bosau. (tnl)

Tinggalkan Balasan