Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda, KPU Padang Bakal Gelar Nobar Film Bertemakan Pemilu

Padang, Scientia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menggelar nonton bareng (nobar) sebagai bentuk upaya mengajak dan meningkatkan partisipasi pemilih muda.

Film berjudul ‘Kejarlah Janji’ akan ditayangkan di pesantren modern terpadu Prof. Dr. Hamka II Padang.

Ketua KPU Kota Padang Riki Eka Putra mengatakan, salah satu pendekatan goes to pesantren yang dirangkai KPU sebagai upaya menayangkan kepada masyarakat tentang film yang bertemakan pendidikan pemilih untuk pemilu.

“Selain pendekatan goes to pesantren, ada juga pendekatan goes to campus. Ini merupakan wujud nyata KPU untuk menghimpun partisipasi pemilih terutama pemilih muda,” katanya, Selasa (23/10/2023)

Ia menjelaskan, pemilu 2024 mendatang akan dilaksanakan secara nasional untuk memilih jabatan yang bertugas secara fungsional.

Ruang lingkup yang luas membuat KPU berpikir memberikan pendekatan alternatif dalam rangka mengajak dan meningkatkan partisipasi pemilih.

“Seperti diketahui kalau film adalah salah satu hiburan bagi masyarakat. Karena itulah KPU memilih langkah cemerlang ini yang dilaksanakan di skolah, kampus maupun organisasi kepemudaan dengan harapan jika film ini secara bertahap dilaksanakan maka pihak yang menonton akan lebih membuka mata untuk menggunakan hak suaranya,” ujarnya.

Ia menyebut film ‘Kejarlah Janji’ yang diputar merupakan produksi KPU yang bekerja sama dengan Asta Jaya Centra Cinema, Padi Padi Creative dan Garin Workshop untuk menyambut Pemilu 2024.

Sesuai jadwal secara nasional KPU melaksanakan nobar yang dilaksanakan di pesantren di seluruh wilayah yang menjadi tanggung jawab dari KPU kabupaten/kota.

“Untuk Kota Padang diputuskan di Pesantren modern terpadu Prof. Dr Hamka yang diketahui mempunyai sejarah panjang dalam upaya membangun semangat kebangsaan dan partisipasi msyarakat dalam politik dan pemerintahan,” ucapnya.

Sambut Baik

Ketua Yayasan Pesantren Moderen Terpadu Prof Hamka, Zulkifli Azis menyambut baik upaya KPU untuk mensosialisasikan tentang pentingnya pemilu pada pemilih pemula di lembaga itu.

“jumlah santri di pesantren tersebut saat ini sekitar 500 orang dan 116 orang karyawan. Dari 500 orang santri itu, sekitar 100 orang telah memiliki hak pilih pada 2024,” katanya.

Ia menghimbau kepada santri yang telah punya hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin.

“Jangan sampai memandang pemilu hanya sebagai hak tetapi sebagai kewajiban juga,” tuturnya menutup. (wulan)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *