
LIMAPULUHKOTA, SCIENTIA – Legusa Fest atau Lereng Gunung Sago Festival baru saja berakhir.
Rangkaian kegiatan dan perayaan aktivitas seni ini dilaksanakan di Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut telah selesai di pertontonkan.
Puncak dari kegiatan yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 26 November tersebut adalah pemutaran Film dengan judul Sitenggang Lapa.
Sebuah film pendek karya Eko Doni Putra atau akrab disapa Edo Crowdit, salah seorang sutradara dan penulis naskah kenamaan asal Sumatera Barat yang mana karya-karya filmnya sering merajai di tingkat nasional.
Menariknya pemeran film Sitenggang Lapa berasal dari masyarakat Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang.
Sehingga tentu menambah daya tarik dan penasaran masyarakat setempat untuk melihat anak Nagari mereka berakting dalam wadah audio visual.
Sinopsis Film
Sitenggang Lapa adalah sebuah film yang menceritakan kegelisahan seorang Ibu bernama Fatimah yang menghadapi kenyataan tak ada lagi penerusnya untuk mengolah sawah dan ladang peninggalan kaumnya atau harta pusaka.
Sementara anak gadis satu-satunya yang baru pulang dari tanah perantauan tak punya keahlian bertani.
Dilain hal profesi masyarakat kampung telah banyak berubah sesuai zaman kekinian.
Sawah dan ladang telah banyak disulap menjadi cafe dan tempat penginapan modern.
Konflik mulai terjadi ketika keinginan Fatimah untuk menggadaikan atau menjual tanah harta pusakanya tapi tak semudah itu melakukan di Minangkabau.
Tantangan Produksi Film
Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Edo menjelaskan, film Sitenggang Lapa adalah sebuah film yang mempunyai tantangan tersendiri baginya.
Karena proses produksi begitu cepat ditambah para pemeran di film tersebut adalah orang-orang baru di dunia perfilman sehingga pria lulusan Sarjana dan Megister Seni ISI Padang Panjang tersebut harus bekerja ekstra keras agar hasil film mumpuni dan diterima oleh masyarakat.
Kemudian berkat pengalaman dan keahliannya serta didukung penuh oleh tim dan masyarakat film Sitenggang Lapa akhirnya selesai tepat waktu.
Tak lupa Edo meminta maaf kepada masyarakat apabila selama satu bulan proses produksi film ada salah dan khilat serta mengganggu aktivitas masyarakat. (HZ)

Tinggalkan Balasan