Mahasiswa Unand Payakumbuh Laksanakan Penyuluhan Pertanian Pembuatan Jamu Herbal Ternak Unggas

 

PAYAKUMBUH, SCIENTIA – Mahasiswa Peternakan Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh melakukan program pengembangan kreativitas mahasiswa melalui program penyuluhan.

Program Penyuluhan ini dilakukan dalam memenuhi kewajiban mahasiswa, baik di lapangan maupun dalam proses kelulusan mata kuliah Ilmu Penyuluhan Ternak Yang diampu Oleh Dosen Aditya Alqamal Alianta S.Pt., M.Sc dan Ir. Amrizal Anas.MP.

Produk jamu herbal ternak tersebut baru pertama kalinya di kenalkan di kalangan masyarakat Kecamatan Aur Kuning Payakumbuh Selatan.

Dengan adanya program pengenalan Jamu herbal cair ternak ini di harapkan berguna untuk mewujudkan hasil ternak yang memuaskan.

Salah satu anggota tim, Pita Lidia Sari menjelaskan bahwa produk jamu herbal cair ini memiliki harga bahan pokok yang lebih murah dalam pembuatannya dibandingkan dengan bubuk.

Karena jamu ini dapat di produksi kapan pun dan dimana pun dengan memanfaatkan tumbuhan tumbuhan herbal di sekitar rumah ataupun memanfaatkan bahan sisa dapur yang sudah tidak terpakai lagi.

Meski begitu, mutu produksi jamu ini tidak kalah dengan yang lain.

Fitrah sapaannya, menambahkan bahwa produk ini sengaja dibuat karena jamu herbal ternak ini relatif lebih murah dan dapat menekan penggunaan obat obatan kimia lainya pada ternak.

Jamu ini juga sangat efektif untuk mengatasi penyakit Newcastle Disease atau yang sering disebut ND merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti di industri perunggasan.

Dampak positif yang didapatkan oleh masyarakat setempat dari program penyuluhan kami ini diantaranya wawasan masyarakat terhadap pemeliharaan serta penanggulangan kesehatan ternak sebelum terjangkit penyakit ND bertambah luas.

masyarakat juga sangat antusias untuk menerima berbagai informasi yang kami sampaikan terkait hewan ternak peliharaan khususnya ternak unggas ayam kampung.

Bahkan banyak dari sebagian masyarakat yang bertanya tentang ternak besar atau ternak ruminasia seperti sapi dan kambing.

Juga tak sedikit masyarakat yang berharap penyuluhan ini terus berlanjut hingga semua masalah terkait ternak mereka terpecahkan.

Kandungan Anti Bakteri

Debi Defliani Putri dan Galuh Hidayati, selaku tim penyuluhan juga menjelaskan bahwa jamu herbal punya kandungan antibakteri alami.

Yaitu senyawa aktif dalam tumbuhan yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Berfungsi untuk merusak membran sel patogen dan modifikasi permukaan sel-sel patogen, mempengaruhi sifat hidrofobik, sehingga menurunkan kapasitas keganasan.

“Dengan upaya merangsang sistem kekebalan tubuh, melindungi mukosa usus, serta meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan. Jamu herbal yang terbuat dari tanaman untuk ternak unggas terutama ayam ini telah berhasil memberikan harapan baru untuk ternak sehat, baik dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatanya” jelas nya. (HZ)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *