Laporan : Hutami Febrianti
Pariaman, Scientia.id – Kota Pariaman tidak hanya terkenal dengan wisata pantainya yang indah, tetapi juga kekayaan kulinernya yang menggoda selera. Salah satu camilan legendaris yang wajib dicoba adalah Kipang Harmen, resep warisan keluarga yang masih dilestarikan oleh Nurhayati sejak tahun 1980.
“Dinamakan Kipang Harmen alasannya sederhana saja, karena anak bungsu saya namanya Harmen,” ungkap Nurhayati sang pemilik usaha, saat di wawancara scientia.id di rumah produksinya, Minggu (09/06/2024).

Dedikasi Nurhayati dalam melestarikan resep keluarganya membuahkan hasil yang luar biasa. Menurutnya, Kipang Harmen tidak hanya digemari oleh masyarakat lokal, tetapi juga telah menembus pasar di berbagai daerah di Sumatera Barat (Sumbar).
“Alhamdulillah, dari usaha Kipang Harmen ini, saya bisa menyekolahkan anak-anak, dan bahkan salah seorang anak saya terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Pariaman pada Pemilu 2024 kemarin,” tutur Nurhayati dengan bangga.
Kesuksesan Nurhayati tidak hanya membawa manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Saat ini, dia mempekerjakan lima orang warga setempat untuk membantunya dalam produksi Kipang Harmen.

Selain Kipang Harmen, Nurhayati juga memproduksi dua camilan lain yang tak kalah lezat, yaitu Ladu dan Galamai. Ketiga camilan ini menjadi primadona oleh-oleh khas Pariaman yang selalu diburu wisatawan.
Kipang Harmen adalah bukti nyata bahwa resep warisan dapat menjadi sumber penghidupan, hingga bahkan mengantarkan pemilik usahanya meraih hasil di luar dugaan, seperti Nurhayati yang memiliki anak seorang legislator, meski ia hanya seorang pelaku usaha kecil. Kegigihan dan dedikasi Nurhayati patut diacungi jempol, dan menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha kuliner lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan