Dharmasraya, Scientia.id – Bagaikan alunan simfoni yang indah, perjalanan saya mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII di Kerinci mengantarkan saya pada melodi persahabatan, pesona alam yang memukau, dan makna mendalam yang tak terlupakan.
Dimulai Rabu pagi (22/5/2024), bersama Yepita Andila dan Ayu Dwi Puspita, diiringi oleh Tomi Aliyas Saputra, saya memulai petualangan dari Kampus Universitas Dharmas Indonesia (Undhari).
Semangat membara di hati, kami siap mengikuti PKD untuk mendalami ilmu dan pengalaman baru dalam organisasi kemahasiswaan islam ini serta untuk menjelajahi keindahan Kerinci.
Perjalanan Penuh Tantangan dan Keakraban
Cuaca mendung tak menyurutkan semangat kami. Berbekal dua motor, kami melaju di bawah rintik hujan. Tawa dan canda mewarnai perjalanan, mempererat tali persahabatan di antara kami.
Di Muaro Bungo, kami sempat singgah di masjid Agung untuk berlindung dari hujan serta mengisi perut yang sudah keroncong. Perjalanan dilanjutkan setelah menyantap hidangan lezat, mengisi perut untuk energi baru.
Setibanya di Bangko kami kembali mencari sebuah masjid untuk menunaikan salat Azhar. Selesai salat, kami dihubungkan dengan senior PMII Merangin yang mengarahkan kami ke Sekretariat PMII Cabang Merangin.
Sambutan hangat dan kopi panas menyambut kami di malam yang dingin. Di sana, kami bertemu dengan sahabat-sahabat baru dari Bungo dan Batanghari, menambah keakraban dalam kebersamaan.
Pagi yang Penuh Semangat dan Perpisahan Singkat
Pagi harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Kerinci dengan konvoi penuh semangat. Namun, di tengah perjalanan, saya terpisah dari rombongan karena mengisi BBM dan asyik bercengkrama.
Rasa cemas melanda saat tak kunjung menemukan mereka. Tak ingin membuang waktu, saya pun menghubungi Tomi dan akhirnya dijemput oleh panitia. Pertemuan kembali di Sekretariat Sungai Penuh membawa kelegaan dan kebahagiaan.
Pelatihan Kader Dasar yang Berkesan
Selama empat hari ke depan mulai dari 23 Mei sampai 27 Mei 2024, kami mengikuti PKD dengan penuh semangat dan antusiasme. Kami mempelajari berbagai materi tentang keislaman, keorganisasian, dan kepemimpinan. Kami juga mengikuti berbagai kegiatan diskusi, praktek, dan outbound yang seru dan bermanfaat.
Pengalaman PKD ini benar-benar tak terlupakan. Di sini, kami tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, tetapi juga membangun persahabatan dan kenangan indah yang akan selalu terukir dalam memori.
Menjelajahi Kayu Aro dan Perbincangan Mendalam
Setelah menyelesaikan PKD, kami tak ingin melewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan Kerinci. Berwisata ke Kayu Aro, kami disuguhkan pemandangan kebun teh yang mempesona. Sambil menikmati hidangan lezat, kami mengabadikan momen indah ini dalam foto dan video.
Di tengah keceriaan, sebuah kalimat di status WhatsApp Yepita menarik perhatian saya. Kalimat “Jangan lihat berpotonya dimana tetapi lihat berpotonya dengan siapa” memicu refleksi diri dan makna persahabatan yang terjalin selama perjalanan ini.
Lebih dari Sekedar Pelatihan
PKD PMII di Kerinci bukan hanya tentang pelatihan kader, tetapi juga tentang perjalanan penuh makna, persahabatan yang terjalin, dan kenangan tak terlupakan. Pengalaman ini akan selalu terukir dalam hati saya, dan menjadi pengingat tentang arti kebersamaan dan semangat juang dalam meraih cita-cita.
Kisah Yepita dan Makna Persahabatan
Di sela-sela perjalanan, Yepita berbagi cerita tentang kehidupannya di asrama selama masa perkuliahan. Cerita tentang rasa iri dan kerinduan akan kisah cinta, tertuang dalam kalimatnya, “Ada hal yang membosan kan kehidupan di asrama kala menjadi mahasiswa ini,” ucap Yepita kepada saya.
Kata-kata itu dilontarkan Yepita ke telinga saya bukan tanpa alasan, tetapi saya yang bingung mengartikan curhatannya.
Cerita-ceritanya tak ada habis-habisnya, sampai saat ini masih tergiang di telinga saya dengan ucapan yang ia tuturkan kepada saya tentang “Nyatanya tempat yang indah bukan dimana tetapi dengan siapa,” yang dilontarkan Yepita, bagaikan resonansi dari kalimat di status WhatsAppnya. Tepat sekali, keindahan sejati bukan terletak pada tempatnya, tetapi pada momen dan dengan siapa kita menikmatinya.
Pesan Moral dan Makna Mendalam
Perjalanan ke Kerinci tak hanya memberikan pengalaman tak terlupakan, tetapi juga membuka mata saya tentang makna persahabatan yang sesungguhnya. Persahabatan yang terjalin bukan hanya tentang kebersamaan dalam suka dan duka, tetapi juga tentang saling memahami dan mendukung satu sama lain.
Seperti ungkapan kata Yepita “Jangan lihat berpotonya dimana tetapi lihat berpotonya dengan siapa” menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada tempat yang kita kunjungi, tetapi pada orang-orang yang bersama kita dalam perjalanan tersebut.
(Penulis: Riki Saputra Kader PMII Dharmasraya/Ketua BEM FKIP Undhari)

Tinggalkan Balasan