Dharmasraya, Scientia.Id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dharmasraya merilis data tahun 2023 bahwa tingkat pengangguran terbuka di daerah tersebut menduduki posisi ketiga tertinggi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Dharmasraya, Taufik Amnul Hidayat di ruang kerjanya, Senin (8/7/2024).
Dharmasraya berada di bawah Kota Padang dengan tingkat pengangguran terbuka 10,86 persen dan Padang Pariaman dengan 6,69 persen, dan Dharmasraya sendiri dengan angka 6,22 persen.
Menurut Taufik, pengangguran merupakan hal yang natural dan selalu ada, terutama dengan bertambahnya angkatan kerja baru dari lulusan SMA dan S1 yang mencari pekerjaan.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada penciptaan lapangan pekerjaan baru, bukan menekan angka pengangguran yang sifatnya natural.
Ia mencontohkan Kota Padang yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi karena menjadi pusat pembangunan dan memiliki dana besar. Hal ini menarik banyak pencari kerja, sehingga pengangguran di sana juga tinggi.
Dharmasraya sendiri mengalami hal serupa. Tingginya pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jalan lintas di daerah tersebut menarik banyak pekerja dari luar daerah, sehingga meningkatkan angka pengangguran lokal.
Taufik menambahkan, pembangunan infrastruktur tersebut memang menyerap banyak tenaga kerja, namun umumnya pekerjaan ini tidak memerlukan skill khusus sehingga menyulitkan pencari kerja lokal untuk melamar.
Baca Juga: Puskesmas Sungai Rumbai Evaluasi Capaian dan Susun Strategi Baru
Oleh karena itu, Taufik menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada pengembangan skill dan daya saing angkatan kerja lokal, sehingga mereka mampu bersaing dalam mendapatkan pekerjaan di tengah tingginya pembangunan di daerah tersebut. (tnl).

Tinggalkan Balasan