Payakumbuh, Scientia -Walikota Payakumbuh, Riza Fahlepi menyayangkan tindakan aksi cuap-cuap salah seorang ASN terkait pendistribusian dana Bantuan Sosial (Bansos). Karena aturan sudah jelas peruntukan dana Bansos tersebut.
Hal itu ditegaskan Riza kepada beberapa awak media, Sabtu (6/6). Menurut Riza, soal Bansos harusnya kita belajar dari Bukittinggi. Jangan ada lagi ASN yang kurang visioner terhadap kondisi yang terjadi. Karena semua sudah diatur sesuai dengan Tupoksi masing-masing. Payakumbuh ingin, penyaluran Bansos dari dana APBD, harus tepat sasaran dan tidak berpotensi dengan masalah hukum dikemudian hari.
“Saya sudah perintahkan Sekdako untuk membina oknum pegawai tersebut, agar diberi peningkatan pengetahuan lebih luas,” tambah Riza.
Selanjutnya Riza menambahkan bahwa dengan adanya data susulan bantuan dari pusat yang baru datang, maka bantuan yg bersumber APBD kita tunda terlebih dahulu, agar tidak ada yang menerima ganda. Sementara itu data penerima Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos masih belum final. Oleh karena itu, perlu dituntaskan satu persatu.
“Bantuan tunai langsung dari program jaringan pengaman sosial untuk masyarakat terdampapar Covid-19, diatur dalam Perwako. Namun, dari data yang diusulkan kelurahan bersama LPM dan PSM, masih banyak yang kurang tepat sasaran. Namun untuk divalidasi ulang, ada oknum anggota DPRD yang tidak setuju sehingga mengeluarkan agar data tersebut tidak boleh dikurangi.
Dengan adanya data yang belum valid tersebut berdampak pada keterlambatan penyaluran. Namun bagi data yang sudah valid, Pemko akan langsung mencairkan dana tersebut. Sampai hari ini sudah diserahkan bantuan kepada 15 orang warga yang terpapar covid 19. Bantuan tersebut diserahkan Bank Nagari bersama Pemko ke setiap kelurahan dengan mobil operasional Bank Nagari. (TM)
Tinggalkan Balasan