
Pasbar, Scientia – Angka kecelakaan berlalu lintas (Lakalantas) di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami peningkatan pada tahun 2022. Hal menjadi pertanda pentingnya taat aturan saat berkendara.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar melalui Kabid Lalu Lintas dan Pembinaan Keselamatan, Era Oktaviady menyampaikan, data kecelakaan yang terjadi di Sumbar sepanjang tahun 2022 mencapai 512 orang.
“Kecelakaan di Pasaman Barat 56 orang. Kontribusi pelaku dan korban kecelakaan masih usia tingkat SLTA, atau remaja,” kata Era saat sosialisasi di Pasbar pada Rabu, (8/3).
Dalam Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2023 itu, dia menyampaikan pentingnya untuk taat aturan dalam berlalu lintas. Termasuk mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak mengendarai kendaraan.
Sebelumnya, Bupati Pasbar, Hamsuardi juga menyampaikan tingginya angka Lakalantas di daerah setempat. Sepanjang tahun 2022, Lakalantas di Pasbar mencapai 393 kali dengan korban meninggal dunia 56 orang.
Dari angka kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia, luka-luka hingga cacat seumur hidup itu, mayoritas berusia 13 – 32 tahun. Tentu ini sangat disayangkan, sebab korban kecelakaan dalam usia produktif.
“Saya berharap kepada anak-anak, mulai hari ini marilah kita berlalu lintas dengan baik, sebab secara umum kita masih kurang sadar dengan aturan berlalu lintas,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pasbra, Bakaruddin menyebut pihaknya terus menggagas berbagai kegiatan dalam rangka menekan angka Lakalantas di jalan raya yang ada di daerah Pasbar.
Dia mengakui, selama ini mayoritas korban Lakalantas di Pasbar dalam usia remaja. Hal ini dikarenakan banyaknya orang tua membiarkan anaknya berkendara, terutama memakai sepeda motor.
“Kegiatan sosialisasi seperti ini bakal kita adakan di tingkat SD dan SLTP, serta giat mengimbau pentingnya taat aturan berlalu lintas,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan