Bahas Stunting, Pemkab Pasbar Gelar Lokakarya dan FGD

PASBAR, SCENTIA — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pasaman Barat mengadakan lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD) strategi komunikasi perubahan perilaku bersama tokoh lintas agama dan budaya untuk percepatan penurunan angka stunting di daerah itu yang saat ini masih mencapai 35,5 persen.

“Berbagai upaya terus kita lakukan dalam upaya penurunan angka stunting termasuk FGD dan aksi dilapangan,” kata Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto (29/11)

Ia menargetkan pada 2024 nanti angka stunting di Pasaman Barat di angka 14 persen atau sama dengan target pemerintah pusat.

Ia mengatakan grup diskusi dengan tokoh lintas agama dan budaya serta pihak terkait lainnya bertujuan agar persoalan stunting ini bisa ditangani secara bersama dengan baik.

Menurut dia stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan, makanan, sanitasi, namun juga dipengaruhi oleh pola asuh anak.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya upaya bersama lintas sektor untuk langkah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Pasaman Barat.

“Inilah upaya kita bersama dengan lintas sektor hari ini membahas stunting dan menentukan langkah dari lintas sektor agama dan budaya. Karena stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan, makanan, sanitasi, namun juga soal pola asuh,” katanya.

Ia mencontohkan pihak Kementerian Agama juga terlibat aktif karena calon pengantin yang akan melahirkan anak. Sehingga perlu diberikan pembekalan dan pemahaman sebelum melakukan pernikahan.

Ia mengharapkan semua pihak terkait yang terlibat untuk aktif dalam upaya penurunan angka stunting.

Seperti dai nagari (penyuluh agama nagari atau desa), kantor urusan agama di kecamatan untuk menekankan khutbah Jumat itu tentang perilaku dan pola asuh di dalam keluarga.

Kerjasama Atasi Stunting

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Pasaman Barat Ikhwanri mengajak semua pihak untuk bekerjasama karena persoalan stunting merupakan persoalan bersama yang perlu dibahas dari segala sisi.

“Salah satu upaya yang kita lakukan dengan menggandeng perusahaan untuk menangani ini. Sekarang kita lakukan juga diskusi dengan lintas agama, lintas budaya dengan harapan penanganan stunting ini menjadi tepat sasaran,” katanya (idn)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *