Bahaya, Bukiittinggi Darurat Oksigen, Tangis Walikota Pecah

Wako Bukittinggi, Erman Safar.

Bukittinggi, Scientia – Seorang pemimpin merasa sedih jika dirinya tidak mampu mengatasi kesulitan rakyatnya. Begitulah yang dirasakan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar saat mengetahui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota itu kehabisan stok oksigen.

“Subuh saya dikabarkan dan dimintai tolong Dirut RSUD bahwa oksigen kritis. Kemudian sekitar pukul 10:00 WIB saya kembali dapat kabar dari Dirut RSUD oksigen hanya untuk 5 menit lagi,” ungkap Wako kepada Scintia di Bukittinggi, Minggu (15/8/2021) sore.

“Mata saya berlinang mendengar kabar tersebut dan Dirut RSUD pun berbicara seperti menahan tangis. Kami mengharapkan pertolongan,” kata Wako lagi.

Diketahui, stok oksigen sangat dibutuhkan pasien Covid-19 dan para Pasien dengan penyakit lain.

Setelah mengetahui oksigen kritis, Wako Erman berupaya mengatasi dan mendapatkan agar oksigen di RSUD bisa teratasi.

‘Kami bergerak mengatasi kelangkaan oksigen itu. Akhirnya kami mendapatkan pinjaman dari rumah sakit lain sebanyak 5 tabung, 1 tabung dari sebuah klinik dan 20 tabung bantuan dari Kota Padang. Alhamdulillah usaha hari ini bisa untuk operasional RSUD hingga besok,” ucap Erman dengan rasa syukur.

Dijelaskan Wako, RSUD Bukittinggi sehari membutuhkan 85 tabung oksigen.

“Sementara kabar dari Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK), untuk lusa distributor tidak berani memastikan ketersediaan oksigen,” sebutnya.

Ditambahkan Wako, beberapa waktu lalu Pemko Bukittinggi sudah mengajukan surat ke provinsi. Dimana surat itu intinya meminta bantuan 100 tabung oksigen.

“Hanya saja, disayangkan 100 tabung oksigen sebagai tambahan dan cadangan kota belum direalisasikan,” kata Wako. (aef)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *