
Padang Pariaman, Scientia – Bakti Sosial 2021 yang diikuti oleh Taruna Tanggap Bencana (Tagana) se-Sumatera Barat, di Kabupaten Padang Pariaman membuka akses jalan menuju Air Terjun Ngungun, diharapkan mampu menekan angka kerawanan sosial di daerah itu dengan pengembangan destinasi wisata.
“Ini bukti bahwa Dinas Sosial kerjanya bukan hanya memberikan bantuan tetapi juga bisa berinovasi memberikan solusi bagi penanggulangan kerawanan sosial di daerah dengan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pembukaan jalan ke destinasi wisata baru,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Padang Pariaman, Rabu (16/6/2021).
Ia mengatakan, perekonomian yang bergerak akibat adanya akses jalan ke destinasi wisata baru itu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki pendapatan memadai, bisa membuka usaha baru seperti berjualan atau menjadi guide.
UMKM baru bisa berdiri dan mendorong roda perekonomian daerah sekitar semakin berputar kencang sehingga persoalan kerawanan sosialpun berpotensi untuk teratasi.
Namun kegiatan itu tidak boleh hanya terputus selama Bhakti Sosial saja. Harus ada koordinasi dengan Dinas Pariwisata Padang Pariaman untuk mengembangkan destinasi itu menjadi layak dikunjungi, dengan melengkapi sarana dan prasarana.
Jelas dia, Dinas Pariwita memiliki kewenangan untuk pengembangan destinasi, Air Terjun Ngungun yang telah dibukakan akses jalan itu, sehingga efek positif yang diharapkan tidak tercapai.
Selain manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat, Mahyeldi menilai Bhakti Sosial harusnya juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan tagana dalam hal mitigasi kebencanaan.
Peningkatan kemampuan itu bisa dilakukan dengan menggelar kompetisi antara Tagana dari masing-masing kabupaten dan kota. Dengan kompetisi, Tagana akan terpacu untuk bisa menjadi yang terbaik.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sumbar, Jumadi mengatakan, kegiatan itu diikuti oleh 80 orang Tagana dari kabupaten dan kota di Sumbar.
Ia menyebut dalam kegiatan itu ada beberapa agenda kegiatan yang dilakukan diantaranya gotong royong membersihkan dan membuka jalan ke Ngungun Korong Lubuak Aua Nagari Anduriang Padang Pariaman, mulai dari jalan masuk hingga ke lokasi, ditambah dengan memasang rambu dan memasang beronjong di sungai yang tergerus.
Kemudian sosialisasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di empat sekolah melalui kegiatan Tagana Masuk Sekolah. Kemudian pertolongan pertama gawat darurat, simulasi pemasangan tenda dan cara memasak makanan siap saji.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan apel kendaraan oprasional yang menunjukkan bahwa tagana siap turun langsung ke daerah bencana.
“Saat ini di Sumbar sudah ada 24 kampung siaga bencana. Diharapkan ke depan akan terbangun di 19 kabupaten dan kota,” katanya.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy itu juga diserahkan secara simbolis bansos pembukaan jalan dan logistik, pada kabupaten kota dengan nilai sekitar Rp80 juta. (rel/bos)

Tinggalkan Balasan