![Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya saat melepas keberangkatan santri Sekolah Cendekia Baznas, Muhammad Nabil Arinil Haq ke Bogor. [ foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-11-at-11.39.39-750x375.jpeg)
Menurut Ketua Baznas Kabupaten Dharmasraya, Z. Lubis, mengatakan sejak diluncurkan program Sekolah Cendikia oleh BAZNAS RI pada tahun 2015 sampai tahun 2021 belum ada siswa dari Dharmasraya yang lolos.
“Alhamdulillah pada tahun 2022 ini lolos satu orang santri bernama Muhammad Nabil Arinil asal Nagari IV Koto Kecamatan Pulau Punjung,” ucapnya
Z. Lubis juga berharap dengan lolosnya Nabil Arinil ini semoga dapat mengharumkan nama Kabupaten Dharmasraya khusus untuk membanggakan kedua orang tuanya.
“Tujuan program ini yaitu untuk memberikan solusi bagi keluarga yang miskin serta memiliki kemauan yang tinggi untuk bisa menyekolahkan anaknya sampai tamat dengan tanpa harus mengeluarkan biaya. Dengan mengikuti 4 alur tahapan untuk ikut seleksi yaitu tahap administrasi (berkas), tes akademik, wawancara, survei faktual dan psikotes dan Quran,” terangnya.
Z. Lubis juga membeberkan setiap santri mendapatkan fasilitas berupa seragam sekolah, buku pelajaran, biaya hidup dan pengembangan diri.
“Saat ini siswa yang mengikuti program tersebut tersebar di 25 provinsi di Indonesia, mereka menempuh pendidikan profesional dan berkualitas untuk mengubah mustahik menjadi muzakki,”. ujarnya (tnl)
![Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya saat melepas keberangkatan santri Sekolah Cendekia Baznas, Muhammad Nabil Arinil Haq ke Bogor. [ foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/08/WhatsApp-Image-2022-08-11-at-11.39.39.jpeg)
Tinggalkan Balasan