BAZNAS Kota Payakumbuh Bantu Rehab Rumah Rp. 40 Juta

Payakumbuh, Scientia – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Payakumbuh, Selasa (25/8) menyerahkan bantuan uang tunai sejumlah Rp. 40 Juta untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Hilda, warga RT01/RW04 Kelurahan Nunang Daya Bangun.

Kegiatan ini  rutin yang dilakukan  dalam rangka membantu masyarakat tidak mampu untuk kategori rumah tidak layak huni.

Ketua Tim Koordinator Survey BAZNAS Kota Payakumbuh Aswir, menyampaikan  bahwa proses dan mekanisme pemberian bantuan ini berdasarkan usulan dari pihak kelurahan yang akan ditindaklanjuti dengan serangkaian survey kelayakan.

“Alhamdulillah seluruh mekanisme untuk pencairan dana rehab rumah Hilda ini sudah kita lakukan. Kita berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga permasalahan Hilda  segera diatasi”  jelas Aswir didampingi Arman Husni Wakil Ketua BAZNAS Kota Payakumbuh disela-sela penyerahan uang bantuan.

Sementara itu, Arman Husni mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Hilda. Apalagi berdasarkan hasil survey rumah yang akan direnovasi tersebut dihuni empat Kepala Keluarga.

“Kondisi rumah juga diperparah dengan bocornya atap  dan pekayuan loteng rumah yang sudah lapuk dimakan usia. Sejak rumah ini berdiri belum ada diperbaiki karena kondisi ekonomi yang memprihatinkan”, tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Lurah Nunang Daya Bangun Ari Ashadi. Menurutnya BAZNAS kota Payakumbuh telah mencarikan jalan keluar terhadap kondisi warga  yang memiliki rumah tidak layak huni tersebut. Sungguh hal yang sangat mulia.

“Atas bantuan ini kami bergembira sekali. Sebelum adaya bantuan dari Baznas ini kita dari Kelurahan, LPM dan tokoh masyarakat juga sudah menggalang dana untuk renovasi rumah ini. Alhamdulillah dengan nominal yang diberikan BAZNAS ini kegiatan ini sudah dapat langsung dilaksanakan” kata Ari.

Ari Ashadi juga sudah membentuk Tim Rehab Rumah Hilda yang dalam waktu dekat ini akan dikeluarkan SK nya sebagai pertanggungjawaban keuangan dari bantuan-bantuan yang diterima baik dari BAZNAS maupun dari donasi masyarakat.

“Kita sudah bentuk Tim dan sedang proses pembuatan SK. Untuk ketua telah kita sepakati  Yonaldi yang akan mengomandoi rehab rumah ini. Dalam waktu dekat segera kita kerjakan, ” ujar Ari.

Lebih lanjut Tokoh masyarakat Yonaldi yang ditunjuk menjadi ketua pelaksana mengatakan bahwa dirinya saat ini telah mengambil langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Pembuatan gambar rumah yang akan dibangun tersebut sedang dalam proses.

“Untuk gambar rumah sedang dalam proses dan itu juga bantuan dari seorang sahabat. Bila gambar sudah selesai maka akan kita kerjakan segera” kata Yonaldi.

Rumah Hilda

Rehab rumah Hilda ini berawal dari viralnya yang bersangkutan di media sosial terkait dengan penyakit Hipertiroid stadium II yang derita nya. Akibatnya Hilda tidak dapat bekerja untuk menafkahi anaknya. Selanjutnya  Bunga, anak Hilda pun berinisiatif untuk berjualan makanan dengan cara berjalan kaki. Rumah demi rumah dihampirinya untuk menawarkan bahan dagangannya. Hasil uang penjualannya pun digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua.

Sementara itu, penyakit Hilda bertambah parah dan beberapa kali dilarikan ke IGD yang pada akhirnya melibatkan pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Disana lah terkuaknya kondisi Hilda hingga kondisi rumah yang sangat tidak layak.

Simpati dan empati dari masyarakat ternyata membuahkan hasil. Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz pun tidak tinggal diam. Bahkan hadir dalam kegiatan gotong royong membersihkan rumah Hilda. Melalui Camat Payakumbuh dan Lurah NDB beliau menyampaikan untuk memproses rehab rumah ini melalui BAZNAS Kota Payakumbuh.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *