
Asahan, Scientia – Pembangunan rabat beton yang berada di Dusun VII dan VIII, Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara keberadaannya dipersoalkan warga.
Pasalnya, pembangunan jalan desa yang bersumber dari Dana Desa tahun 2021 dengan pagu anggaran Rp267.602.000 tersebut diragukan kualitasnya.
Informasi dihimpun di lokasi kegiatan, pembangunan rabat beton dengan volume kegiatan 255 meter diduga campuran material semen dan pasir tidak sesuai ketentuan. Bahkan penggunaan material kerikil yang digunakan alakadarnya.
Ironinya terdapat dibeberapa block pekerjaan rabat beton tersebut material pasir terlihat jelas di permukaan badan jalan. Dan ini diakui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Boiran.
“Kita akui memang ada 9 block dari pekerjaan rabat beton tersebut tidak disiram material semen dipermukaannya sebagai penutup dikarenakan habis sehingga terlihat pasirnya dengan jelas,” ucap Boiran kepada Scientia, Jum’at (29/10/2021).

Dia juga mengakui bahwa seluruh kegiatan rabat beton yang baru dilaksanakan tersebut pelaksanaannya dikerjakan secara manual.
Sementara itu, Misman (45) warga setempat saat ditemui juga mengatakan meragukan kualitas hasil pekerjaan rabat beton yang menghubungkan dusun VII dan dusun IIIV dari kerusakan. Melihat dari kegiatan rabat beton sebelumnya berada didusun I menuju dusun V, VI, VII dan dusun VIII yang kondisinya sudah babak belur.
“Namun begitupun kita tetap berharap rabat beton ini dapat bertahan lama sehingga bermanfaat bagi kami yang menggunakan jalan ini sebagai penghubung menuju dusun lainnya,” ungkap Misman.
Sedangkan Kepala Desa Piasa Ulu Imam saat ditemui mengatakan, dirinya juga tidak berani menjamin bahwa kualitas pekerjaan rabat beton tersebut 100 persen baik.
“Kita sudah laksanakan pekerjaan itu sesuai arahan pendamping desa, namun jika terjadi kerusakan itu sudah diluar kemampuan kami,” tutupnya. (Hans)

Tinggalkan Balasan