
Padang, Scientia – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) gandeng Bank Muamalat untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam menumbuhkan semangat wirausaha dikalangan muda.
Upaya pengembangan sinergi digital dituangkan saat pengelenggaraan seminar dengan tema “Smart Enterpreneur dan Spirit Haji Muda”, Kamis (2/10/2023) di Universitas Andalas Padang.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander di Padang, mengatakan kegiatan seminar ini merupakan sinergi BPKH dengan mitra lembaga pendidikan tinggi yang ada di Kota Padang.
Melalui seminar ini dapat menumbuhkan semangat wirausaha yang berbasis underlying yaitu hak atas kekayaan intelektual (HAKI).
“Pentingnya memahami dan menjalankan HAKI sebagai komitmen untuk menjaga ketaan dan kepatuhan terhadap undang-undang juga. Selain itu, menjadikan HAKI sebagai tools dalam leverage usaha akan membuat prosesnya berjalan dengan baik. Mahasiswa jangan selalu berfikir menjadi pegawai, tetapi juga harus berfikir bagaimana menjadi pengusaha yang kreatif dengan basis agunan hak kekayaan intelektual,” kata Harry.
Harry menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk menumbuhkan spirit kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk masa depan.
Peluang usaha di industri kreatif dengan mengoptimalkan pengelolaan HAKI dan memahami prinsip syariah dalam pengelolaan usaha dan pengelolaan keuangan dan perbankan.
“Serta memberikan spirit dan edukasi bagi mahasiswa untuk merencanakan haji di usia muda,” ujarnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, BPKH merupakan pemegang saham mayoritas Bank Muamalat sebesar 82,7 persen. Status tersebut diperoleh setelah mengucurkan dana Rp3 triliun tahun lalu.
“Karena yang dijaga adalah saham publik yang sangat besar, BPKH ingin menjaga amanah dari publik sehingga BPKH dan Bank Muamalat terus menjaga loyalitas dari nasabah agar prospek terus tumbuh,” ungkapnya.
Keuntungan Kolaborasi
Ia menambahkan, terdapat empat keuntungan kolaborasi tersebut dari berbagai aspek.
Pertama BPKH dan Bank Muamalat secara efektif membantu pemerintah untuk melakukan literasi keuangan.
Kedua yaitu kolaborasi BPKH dan bank muamalat bisa mendorong UMKM lebih tumbuh, industri halal tumbuh dan industri keeatif tumbuh sehingga mendorong ekonomi lebih hidup.
Ketiga, BPKH terus menjaga kesehatan Bank Muamalat dan yang keempat adalah menjaga tata kelola, akuntabilitas dan transparansi.
“Sekarang aset Bank Muamalat yaitu sebanyak Rp66 triliun, kalau digabung maka aset BPKH menjadi 210 triliun. Angka ini sangat besar bagi ekonomi syariah dan ekonomi umat. Hari ini lebih dari 22 ribu pemegang saham publik ada di Bank Muamalat yang harus dilindungi dan perlindungan terbaik tentulah ada di pasar modal. Ini yang harus dijaga supaya jangan sampai momen ini terdistruksi karena Bank Muamalat semakin lama semakin baik dan makin sehat sehingga akan mengalir seperti air. Harapan lainnya yaitu menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia dan menemani bank syariah lainnya,” tuturnya menutup.
Hadir sebagai pembicara pada acara tersebut yaitu Ahmad Syafrudin Indrapriyatna selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNAND, Ari Juliano Gema selaku partner at Assegaf Hamzah & Partners, Ronald Rulindo selaku Isamic Business and Finance Advisor, Tika Arundina selaku Director of Islamic Economics Program Universitas Indonesia, dan Dedi Suryadi selaku SEVP Retail Banking Bank Muamala. (wulan)

Tinggalkan Balasan