bupati sutan riska

Bupati Sutan Riska Minta Semua Unsur Ikut Atasi Stunting di Dharmasraya

bupati sutan riska

Dharmasraya, Scientia – Bupati Sutan Riska minta semua unsur ikut terlibat dalam mengatasi stunting di Dharmasraya.

Saat ini, angka prevalensi stunting di Dharmasraya mencapai 19,5% dari 16. 888 balita.

Itu artinya, sebanyak 1.404 anak mengalami stunting, yang merupakan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021.

Angka tersebut berada di bawah angka rata-rata provinsi Sumbar yang mencapai 23, 2%.

“Ini merupakan persoalan kita bersama, bukan serta merta di Dinas Kesehatan saja,” kata Bupati Dharmasraya Sutan Riska saat membuka acara rembuk stunting di GPU Sungai Dareh, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, untuk menekan  penurunan angka stunting ini perlu komitmen dari segala unsur untuk bergerak.

Bupati Sutan Riska meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  untuk memenuhi akses senitasi dan pemenuhan air minum yang layak.

Kemudian Dinas Pangan dan Perikanan juga harus bergerak dalam pemenuhan konsumsi ikan, serta Dinas Sosial P3APPKB dalam pendataan keluarga berisiko stunting.

Beberapa dinas lainnya, mulai dari Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Perkimtan, DPMD, Dinas Pertanian, dan OPD lainnya juga diharapkan ikut bersama-sama mengatasi stunting.

“Pada tahun 2022 ini kita bersama 154 kabupaten/kota lainnya ditetapkan sebagai lokasi perluasan fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi,” ucap Bupati dua periode ini

Untuk mencapai target pada 2024 dalam penurunan stunting secara nasional sebesar 14%, maka perlu untuk menyampaikan peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 dan sesuai amanat yang tertuang dalam RPJMN.

Hadir dalam acara tersebut Pimpinan DPRD Kabupaten Dharmasraya, Pariyanto, dan anggota Forkopimda Dharmasraya.

Kemudian Sekretaris Daerah H. Adlisman, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD se Dharmasraya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dharmasraya.

Hadir juga Forum Kabupaten Dharmasraya Sehat, dan Tim Percepatan Penirunan Angka Stunting Kabupaten, Kecamatan, hingga nagari. (tnl)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *