Bustami: Tindak Tegas Penarik Keuntungan Pribadi Vaksin Covid-19

Bustami: Tindak Tegas Penarik Keuntungan Pribadi Vaksin Covid-19
Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainudin.

Padang, Scientia – Awal tahun, kasus Covid-19 di Lampung bertambah 190 kasus hingga Selasa (12/1). Untuk itu, anggota Komite II DPD RI, Bustami Zainudin meminta Pemprov Lampung khususnya Dinas Kesehatan terus melaksanakan program vaksinasi sebagai upaya memutus mata rantai virus tersebut.

Bustami mengatakan vaksin diberikan secara gratis. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat di tengah guncangan ekonomi. Ia berharap, distribusi vaksin harus sampai pada titik sasaran dan terhindar dari upaya oknum yang akan mengambil keuntungan dari vaksin gratis tersebut.

DPD RI meminta kepada aparat, khususnya Kepolisian untuk mengawal program ini. Tindak tegas juga bagi siapa pun yang berupaya mencari keuntungan dari program vaksin gratis.

“Upayakan pemberian vaksin ini menggunakan basis NIK. Saya dan masyarakat mengutuk keras kepada siapa pun yang berniat untuk menarik keuntungan pribadi dan kelompok,” kata Bustami, Jumat (15/1).

Bustami menambahkan, vaksin ini sifatnya khusus. Perusahan penyedianya tidak banyak di dunia, akibatnya tender, bidding, open document susah dilakukan. Bahkan negosiasi harga juga susah dilakukan karena sifatnya terbatas di seluruh dunia. Keluarnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan kabar baik bagi masyarakat Indonesia.

“Saya berpesan tolong dijaga program vaksinasi ini. Ingat vaksin gratis ini tidak diperjual belikan!” tegas Bustami.

Data yang terima Bustami, ada 3 daerah penerima tahap pertama penyaluran vaksin, yaotu Kota Bandarlampung, Metro dan Kabupaten Lampung Selatan. Total vaksin yang diterima sebanyak 14.497 dengan rincian Kota Bandarlampung 9.624, Metro 2.587 dan Kabupaten Lampung Selatan 2.286.

“Kami meminta juga kepada KPK untuk mengawasi risiko-risiko apa saja dalam pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19. Semoga momentum adanya vaksinasi terlaksana dengan baik dan vaksin yang tersedia sudah bisa digunakan,” imbuh Bustami.(pzv/rls)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *