Kategori: Artikel
-

Kependudukan dan Dampaknya bagi Pembangunan Indonesia
Oleh: Riza Andesca Putra (Dosen Departemen Pembangunan dan Bisnis Peternakan Unand & Mahasiswa Program Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM) Kependudukan dan pembangunan adalah dua faktor yang saling terkait dalam konteks perkembangan global. Kependudukan yang berkembang secara cepat dan berkelanjutan membawa implikasi penting terhadap proses pembangunan suatu negara. Faktor-faktor seperti laju pertumbuhan penduduk, distribusi…
-

Kemunculan Ruang Tanya pada Film Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2
Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Tidak masalah menjadi orang takut karena hanya orang takut yang bisa menjadi berani. (Hamka- Hamka dan Siti Raham Vol. 2) Film Buya Hamka vol. 2 sudah tayang mulai dari tanggal 21 Desember 2023 dan masih berlangsung sampai saat ini, 6…
-

Ideologi Simbolik dalam Cerpen “Jangan Bakar Lumbung Padi”
Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Siman sudah pergi, sangat jauh dan tidak lagi kembali-Rilen Dicki Agustin Kehidupan masyarakat tidak berjalan sesuai dengan keinginan masing-masing individu, tetapi dikontrol oleh aturan-aturan yang dibuat penguasa atau berdasarkan kesepakatan dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Namun, dalam realitasnya ada beberapa…
-

Kehidupan Masa Lalu Ahmad Salam dalam Novel Neraka Dunia terhadap Kehidupan Masyarakat Masa Kini (Kajian Resepsi Sastra)
Aditya Putri Sholikhat 2210722040 Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas Akan tetapi aku telah bebas … Benar, di Surabaya dahulu sudah juga aku merasai kesenangan hidup di dunia, bersuka ria, bergurau-senda dengan perempuan. Bukan main, tapi…” Kehidupan masa kini, tidak akan pernah terlepas dari kehidupan masa lampau, sebab apa yang kita jalani…
-

“Dalamnya Jurang Pembatas antara Kaum Bangsawan dan Kaum Bawahan yang Digambarkan dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer”
Dara Suci Rezki Efendi (Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) “Tentang nasib orang bawahan dan kebesaran orang atasan, tentang kejatuhan orang – orang bawahan dan kemuliaan orang atasan, tentang orang bawahan yang menumpang diri pada orang atasan, tentang kekuasaan dan tentang takdir.” Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) Ketimpangan sosial, merupakan masalah yang…
-

Folklor Lisan : Kambia sebagai Bentuk Halus Umpatan
Oleh: Syafni Aulyya (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Folklor lisan merupakan salah satu jenis folklor yang disebarkan, dikembangkan, dan diciptakan secara lisan. Kehadiran folklor lisan jauh sebelum suatu kelompok masyarakat mengenal tulisan dan menjadikan lisan sebagai komunikasi utama. Menurut James Danandjaja, folklore adalah sebagian Kebudayaan suatu kolektif, yang tersebar dan diwariskan…
-

Galanggang Arang, Perhelatan Warisan Dunia WTBOS
Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) UNESCO’s World Heritage Sites merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk mendeklarasikan program warisan dunia internasional yang dikelola oleh UNESCO World Heritage Committee. Hal-hal yang biasanya mereka jadikan sebagai warisan dunia adalah tempat sebuah budaya dan tradisi berkembang, budaya, tradisi, bangunan, pulau, danau,…
-

Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan (2)
Oleh :Riza Andesca Putra (Dosen Departemen Pembangunan dan Bisnis Peternakan Unand & Mahasiswa Program Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM) Pada tulisan sebelumnya (Scientia.id, 30/11/23), penulis mengemukakan partisipasi semu masyarakat dalam pembangunan. Partisipasi semu tersebut minimal disebabkan oleh lima hal. Pertama, program pembangunan yang dijalankan tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Kedua, kualitas dan kuantitas bantuan…
-

Folklor Ilmu Batin dalam Kepercayaan Silek Kumango
Oleh: Jihan Putri Utami (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Silek atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama silat merupakan kebudayaan cabang beladiri dan banyak berkembang di wilayah yang terdapat suku bangsa Melayu yakni seperti di Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam hingga di daerah Kamboja. Silek merupakan seni bela diri yang…
