Kategori: Klinik Bahasa
-

Keluar dan Ke Luar
Suatu Ketika, saya membaca sebuah teka-teki yang ada di media sosial. Isi dari teka-teki tersebut adalah: Naik, ke atas Turun, ke bawah Maju, ke depan Mundur, ke belakang Geser, ke samping Masuk, ke dalam Keluar? Ketika saya masuk ke kolom komentar dari postingan tersebut, saya membaca banyak variasi jawaban yang juga diselingi dengan guyonan lainnya.…
-

Kalimat yang Berawalan Kata Depan “Dalam” dan “Pada”
Hampir setiap pengguna bahasa Indonesia pernah menggunakan kalimat yang diawali kata depan dalam dan pada. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa ketika kata depan dalam dan pada mengawali sebuah kalimat, ada kaidah yang harus dipedomani. Ketika pengguna tidak mengetahui kaidah tersebut, kalimat yang ditulis dapat menjadi kalimat tidak efektif. Penggunaan kata depan dalam dan pada yang keliru dalam…
-

Perubahan Makna pada Kata “Pelaku”
Bahasa tidak stagnan. Bahasa memiliki sifat dinamis dan mengalami perubahan. Perubahan bisa terjadi hampir pada semua bagian bahasa, termasuk perubahan makna kata. Perubahan makna merupakan hal yang lumrah terjadi pada setiap kata. Hal itu tergantung pada pemaknaan sebuah kata dalam masyarakat. Chaer (2009) dalam Yunus (2019:211) menyebut ada sembilan jenis perubahan makna yang bisa terjadi…
-

Perbedaan Kata “Tiap-Tiap” dan “Masing-Masing”
Pada edisi klinik bahasa kali ini, saya akan membahas perbedaan antara kata tiap-tiap dan masing-masing. Sebagian besar orang beranggapan, bahwa kata tiap-tiap dan masing-masing memiliki makna yang sama sehingga penggunaannya bisa saling menggantikan. Untuk beberapa situasi, memang demikian. Ada beberapa konteks kalimat yang bisa menggunakan kata tiap-tiap atau masing-masing. Akan tetapi, pada konteks lain, dua kata tersebut…
-

Paralelisme
Ada yang menarik ketika kita memperhatikan berbagai tulisan di sepanjang toko. Rupa-rupa tulisan yang dibuat terkadang membuat kita berpikir mengapa bisa berbeda antara satu spanduk dengan spanduk lainnya? Dalam satu spanduk misalnya, tercantum sate ayam dan kambing, sedangkan spanduk lain memuat sate ayam dan sate kambing. Perbedaan tersebut sangat tepat dikaji dengan melihat kesejajaran bentuk…
-

Mengenal Perbedaan Partikel per dan Awalan per-
Bahasa Indonesia memiliki banyak partikel, seperti pun, –kah, -lah, dan per. Begitu pun dengan imbuhan. Ada banyak imbuhan di dalam bahasa Indonesia, seperti ber-, me-, dan per-. Ada bunyi yang sama antara partikel dan awalan, yaitu per. Partikel per dengan awalan per- memiliki makna dan kaidah penulisan yang berbeda. Berikut adalah pembahasannya. Pertama, partikel per.…
-

Perbedaan Kata “sedang” dan “sedangkan” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa tidak hanya sebatas alat komunikasi. Lebih dari itu, bahasa merupakan gabungan dari fitur-fitur linguistik terkecil yang mempunyai makna. Setiap fitur-fitur linguistik harus dapat dikenali dengan baik agar dapat digunakan dengan benar dan tepat dalam berbahasa. Kata sedang dan sedangkan merupakan bagian kecil dari fitur linguistik yang patut dikenali perbedaannya agar dapat digunakan dengan benar saat…
-

Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?
Penggunaan awalan se- di dalam judul tulisan ini memberi makna “seluruh Indonesia”. Penggunaan kata ini sering kita temukan di berbagai media massa, media online, dan di berbagai unggahan media sosial. Ada banyak variasi penulisannya bagi masyarakat Indonesia, seperti yang tertera di dalam judul, yaitu Se Indonesia, seIndonesia, dan se-Indonesia. Kita bisa mengambil beberapa contoh berita…
-

Fungsi Tanda Koma pada Kata Hubung
Berwisata sejarah sambil belajar bahasa Indonesia ternyata bisa dilakukan. Saat berkunjung ke Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berada di Titik Nol Yogyakarta, kita akan menemukan sebuah patung yang memuat tulisan tangan Jenderal TNI Soeharto. Berikut kutipan yang ditulis pada 1 Maret 1973 tersebut. “Tak kenal menyerah” Serangan umum 1 Maret 1949 dapat berjalan…
-

Mengenal Penggunaan Tanda Garis Miring
Penggunaan tanda baca merupakan bagian penting dan paling mendasar untuk diperhatikan saat menulis. Perhatian terhadap penggunaan tanda baca yang benar merupakan sikap terbaik dalam menghargai dan menghormati bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang melambangkan martabat bangsa Indonesia. Tanda baca yang resmi diperkenalkan dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia atau PUEBI (2016) ada 15 macam.…