Kategori: Klinik Bahasa
-

Penulisan Gelar Akademik dan Gelar Profesi di Indonesia
Gelar akademik diberikan kepada seseorang yang menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Pemberian gelar itu disesuaikan dengan bidang ilmu dan tingkatan yang ditempuh oleh orang tersebut. Gelar akademik berdasarkan tingkat pendidikan yang ada di perguruan tinggi Indonesia adalah diploma (Ahli Pratama untuk tingkat Diploma I, Ahli Muda untuk tingkat Diploma II, Ahli Madya untuk tingkat Diploma…
-
“Amin” atau “Aamiin”
Hingga hari ini barangkali masih ada sejumlah pesan yang masuk ke grup Whatsapp kita mengenai kabar duka yang disertai foto dan video pascagempa bumi yang terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Gempa bumi yang terjadi pada 25 Februari 2022 kemarin membuat kita prihatin karena sampai Sabtu, 26 Februari 2022 pukul 22.52 WIB, jumlah korban bencana…
-

“Sultan” di Media Sosial
Sebagai pengamat dan juga pengguna media sosial, saya tertarik dengan penggunaan kata “sultan” yang belakangan marak digunakan di media sosial. Sebutan “sultan” ditujukan untuk kalangan artis dan selebritis yang terkenal karena kesuksesan dan kekayaan mereka. Kata “sultan” tidak hanya digunakan di media sosial, bahkan salah satu headline terbaru majalah Forbes yang berbasis di Amerika Serikat juga…
-

Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?
Di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (28 Juli 2021), terdapat tiga belas kaidah penggunaan huruf kapital. Tiga belas kaidah tersebut, yaitu (1) huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat, (2) huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang,…
-

Ungkapan “Mau Meninggal” Ala Food Vlogger Indonesia
Jargon maknyus dan top markotop tentu masih segar dalam ingatan penonton televisi Indonesia. Jargon ini dipopulerkan oleh Bondan Winarno yang kala itu membawakan program kuliner di sebuah stasiun televisi Indonesia. Jargon ini bisa didengar oleh penonton jika makanan atau minuman yang sedang disantap oleh sang pembawa acara terasa benar-benar lezat, bahkan jargon ini menjadi penanda tingkat…
-
Mana yang tepat: “Bahasa” atau “Indonesian”?
“Can you speak Bahasa?” Bagi yang akrab dengan bahasa Inggris, kalimat ini seringkali didengar dari penutur asing kepada penutur asing lainnya yang sedang membicarakan bahasa Indonesia atau dari penutur Indonesia kepada penutur asing. Istilah Bahasa menjadi pilihan mereka ketika membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan bahasa Indonesia. Padahal, bahasa dan bahasa Indonesia merupakan dua hal yang berbeda. Kata bahasa dalam…
-

Satiris sebagai Gaya Komunikasi Kaum Milenial
Membicarakan kaum milenial memang tidak ada habisnya, termasuk membicarakan gaya komunikasi generasi kelahiran tahun 1980-an ini. Ciri-ciri mereka adalah akrab dengan dunia bisnis dan filantropi. Mereka rata-rata tidak bercita-cita menjadi pegawai negeri dan tergolong aktif berkomunikasi di media sosial namun sedikit cuek dan minim basa-basi. Mereka juga merupakan kaum yang sangat sadar dengan segala…
-

Kalimat “Hati-hati, banyak anak-anak!”, Apakah Benar?
Di dalam kaidah bahasa Indonesia, kita mengenal istilah kalimat efektif. Suatu kalimat bisa dikatakan efektif jika pesan yang disampaikan oleh komunikator (penulis atau pembicara) bisa dimengerti dengan sempurna oleh komunikan (pembaca atau pendengar) tanpa adanya perbedaan makna. Jika sesuatu yang disampaikan oleh komunikator ternyata maknanya berbeda dengan yang dipahami oleh komunikan, bisa jadi ada beberapa…
-
Kata Terpanjang dalam Bahasa Indonesia
Suatu hari saya membaca unggahan Ivan Lanin di Twitter tentang kata terpanjang dalam bahasa Indonesia. Ternyata kata tersebut bukan kata dari bahasa Indonesia, melainkan kata serapan yang diambil dari bahasa Yunani. Sebuah kata yang berhubungan dengan fobia, yakni heksakosioiheksekontaheksafobia. Kata heksakosioiheksekontaheksafobia berasal dari bahasa Yunani, yakni hexakosioi yang berarti ‘600’, hexekonta yang berarti ‘60’, dan hexa yang berarti ‘enam’.…
-

Naturalisasi
Piala ASEAN Football Federation (AFF) 2020 baru saja usai semalam. Indonesia kalah dengan agregat 6-2 dari Thailand. Indonesia harus menelan kenyataan untuk keenam kalinya menjadi runner up di ajang Piala AFF 2020. Sebagai penonton dan juga warga negara Indonesia, saya sedih, tetapi tidak kecewa. Tim Garuda telah berjuang keras mempersembahkan yang terbaik untuk bangsanya. Setiap…