Kategori: Klinik Bahasa
-

Istilah “Magrib” dan “Orang Gila Mana” di Media Sosial
Sebuah kata bisa memiliki satu atau beberapa makna harfiah. Pemaknaan kata yang secara harfiah ini disebut dengan istilah makna leksikal. Makna kata bisa dikategorikan leksikal ketika kata itu dipahami secara denotatif, konkret, dan sesuai dengan apa yang tertera di dalam kamus. Akan tetapi, di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, sebuah kata yang sudah memiliki makna…
-

Penggunaan Preposisi “di” di dalam Kalimat
Preposisi merupakan nama lain dari kata depan. Kridalaksana (2008:199) mendefinisikan preposisi sebagai partikel yang dalam bahasa tipe VO (verba obyek) terletak di depan nomina dan menghubungkannya dengan kata lain dalam ikatan eksosentris, misalnya di, ke, dari. Ada beberapa jenis preposisi dalam bahasa Indonesia, yaitu di, ke, dari, pada, kepada. Preposisi termasuk ke dalam golongan kata…
-

Debay, Sufor, dan Bapil sebagai Singkatan Baru
Ada yang menarik ketika saya menonton video yang diunggah oleh akun Gilbhas (@gilbhas) di Instagram. Seorang laki-laki mencatat sekumpulan singkatan dan akronim dalam bahasa Indonesia yang diperolehnya selama menjadi seorang suami dan juga seorang ayah. Kosakata yang dimaksud adalah paksu, debay, DSA, tumgi, bapil, DBF, biput, sufor, bamer, baput, bumtik, prohe, prona, BLW, dan GTM.…
-

Penggunaan Kata Suka yang Tidak Sederhana
Aku suka bahasa Indonesia. Ini adalah salah satu contoh ungkapan suka yang sering terdengar di dalam kehidupan sehari-hari. Contoh lainnya seperti: aku suka warna hitam, aku suka alpukat, aku suka hari Minggu, aku suka dia, dan aku suka hujan. Pada umumnya, ketika ada yang bertanya apa makna kata suka, kita cenderung fokus pada penggunaan kata…
-

Kaidah Peluluhan KTSP pada Awalan Me- untuk Gugus Konsonan
Beberapa proses pembentukan kata dalam bahasa Indonesia dapat dirumuskan kaidahnya secara teoretis. Rumus tersebut mempunyai pola yang tetap dan dapat dipedomani sebagai sebuah kaidah yang sudah pasti. Salah rumus yang ditetapkan untuk proses pembentukan kata adalah rumus yang berlaku pada afiksasi atau proses penggabungan afiks pada bentuk dasar atau kata dasar. Proses ini menghasilkan beberapa…
-

Susyi, Kimci, Piza, dan Kuliner Khas dari Negara Lain
Saat jalan-jalan ke mal, kita pasti dengan mudah menemukan sushi, kimchi, pizza, dan sejumlah makanan khas dari negara lain. Hampir semua nama makanan asing tersebut ditulis sama persis dengan bahasa asalnya. Namun, pernahkah teman-teman penasaran, seperti apa KBBI merekam kosakata mengenai makanan dari negara-negara tersebut? Saya mencoba membuka KBBI daring. Saya mengetikkan kata sushi, tetapi…
-

Berbagai Hal yang Berkaitan dengan Kata Ajar
Kata ajar sering digunakan di dalam kehidupan sehari-hari pengguna bahasa Indonesia. Paling tidak, kata ini mulai akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat seseorang sudah mulai melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengetahuan, yaitu belajar. Kegiatan belajar sudah dilakukan sejak seseorang masih kecil, bahkan sebelum orang tersebut menempuh pendidikan secara resmi. Tidak sedikit anak-anak yang bermain sambil…
-

Asal-Usul Kata “Kepo” dan “Julid” di Media Sosial
Ketika beraktivitas di media sosial, kita sering menemukan beberapa kata yang populer di kalangan pengguna media sosial. Kata-kata tersebut representasi perilaku pengguna media sosial. Kata kepo dan julid merupakan dua kata yang cukup populer kita temukan dalam media sosial. Kata-kata itu diucapkan dengan model kalimat yang beragam, seperti contoh-contoh di bawah ini. Jangan kepo dengan…
-

Korpus Bahasa Indonesia
Suatu hari saya mencari sebuah kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata ini merupakan kosakata klasik, yaitu wirawan. Kosakata ini sudah ada dalam Logat Ketjil Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1951) yang bermakna ‘gagah berani’. Poerwadarminta kemudian melengkapi makna kata ini menjadi ‘gagah berani; pahlawan’ dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1952). Dalam kamus-kamus lain, seperti Kamus…
-

Perbedaan Awalan ber- dan me-
Di dalam bahasa Indonesia, ada kata berfoto dan memfoto, belajar dan mengajar, berjemur dan menjemur, berendam dam merendam, bersisir dan menyisir, berbaju dan memakai baju, bersatu dan menyatu, berdua dan mendua, berubah dan mengubah, bergeser dan menggeser, bertinju dan meninju, berangkat dan mengangkat, berbuka dan membuka, dan sebagainya. Ketika membaca contoh-contoh kata tersebut, kita tentu…