Kategori: Klinik Bahasa
-

Kata “Temu” dan Imbuhan yang Menyertainya
Kata temu merupakan kata yang berhomonim karena memiliki dua makna yang berbeda. Dua kata temu ini termasuk ke dalam dua kelas kata, yaitu verba dan nomina. Kata temu yang termasuk verba bermakna “sua; jumpa”, sedangkan kata temu yang tergolong nomina bermakna “tumbuh-tumbuhan yang umbinya untuk ramuan obat dan sebagainya”. Dua makna kata temu ini dikutip…
-

Kreator Konten: Istilah Baru, Profesi Baru
Sudah tidak asing lagi hari ini ada seseorang yang tiba-tiba menjadi seorang tokoh publik di media sosial, misalnya Danang Giri Sadewa, alumni Fisipol UGM yang kemarin sempat viral karena mengenalkan sosok Abigail Geuneve Arista Manurung melalui konten bercyanda, bercyanda. Ternyata Danang Giri Sadewa merupakan anak muda yang menjadikan media sosial sebagai media komunikasi dengan publik.…
-

Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?
Kegiatan tulis-menulis tidaklah segampang yang terlihat. Banyak orang mengalami hambatan dalam menulis karena tidak paham dengan teknik menulis. Menulis merupakan keterampilan dalam menyampaikan ide atau gagasan dalam bentuk jalinan kata dan konjungsi menjadi sebuah teks yang bermakna dan dapat diterima oleh logika. Tidak sedikit orang yang kewalahan saat menulis karena tidak menguasai teknik dan tidak…
-

Makna Kata “Pergi” bagi Penutur Asing di Korea Selatan
Kata pergi bukanlah kata yang asing bagi pengguna bahasa Indonesia. Kata ini sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh penutur asli, maupun penutur asing (orang yang belajar bahasa Indonesia). Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata yang tergolong dalam kelas kata verba (kata kerja) ini memiliki makna “berjalan (bergerak) maju; meninggalkan (suatu tempat);…
-

Rendang sebagai Diplomasi Budaya
Ketika menikmati sarapan pagi dalam kegiatan Kongres Bahasa Indonesia XII pada 25—28 Oktober 2023, saya mendengar seseorang menceritakan pengalamannya dalam diplomasi budaya melalui kuliner. Salah satu kuliner yang dipilih sebagai diplomasi budaya adalah rendang. Rendang dipakai sebagai media untuk mengembangkan kerja sama antara Indonesia dan negara asing. Mendengar rendang dijadikan diplomasi budaya, tentu sebagai penutur…
-

Perbedaan antara Kata Genre dan Gender
Kata genre dan gender merupakan dua kata yang berawalan huruf g dan cukup sering digunakan dalam bidang linguistik, sastra, budaya, seni, sosiologi, antropologi, kajian feminis, film, dan sebagainya. Lalu seperti apa sebenarnya perbedaan dan persamaan kedua kata ini? Mari kita lihat pada uraian selanjutnya. Kata genre diadopsi dari bahasa Prancis. Dalam Kamus Merriam-Webster dijelaskan bahwa…
-

Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir
Bahasa Indonesia, sama seperti bahasa lainnya, yaitu memiliki banyak kata yang bersinonim. Oleh sebab itu, ada banyak hal perlu diluruskan tentang konteks kata-kata bersinonim tersebut. Dari berbagai edisi Klinik Bahasa Scientia, pembahasan tentang sinonim sudah cukup sering disajikan, seperti sinonim antara kata ubah, ganti, dan tukar; sinonim antara kata pukul dan jam; serta sinonim antara…
-

“Bus Antarkota”, Bukan “Bus Antar Kota”
Akhir-akhir ini transportasi umum kembali dilirik masyarakat. Transportasi yang paling dilirik adalah bus dan kereta api. Kedua transportasi ini dilahirkan kembali sebagai transportasi yang paling nyaman karena rata-rata sudah memiliki air conditioner (AC). Khusus untuk bus, diberikan rute khusus sehingga supir tidak ugal-ugalan lagi di jalan raya (bus kota) dan disediakan pemberhentian khusus dengan fasilitas…
-

Perbedaan Kata Toksik dan Virulen
Beberapa kata atau istilah mempunyai kepopuleran tersendiri pada suatu masa, seperti halnya kata toksik. Kata toksik berasal dari bahasa Inggris, yaitu toxic yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi toksik. Kata toksik cukup populer digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun belakangan. Kata toksik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai ‘racun’ dan juga…
-

Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia
Sebagai pengguna bahasa Indonesia, kita tentu tidak asing lagi dengan berbagai istilah waktu seperti besok, kemarin, lusa, dan bulan depan. Namun demikian, ada beberapa istilah waktu yang pernah digunakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi akhir-akhir ini sudah tidak terdengar lagi seperti selumbari, tulat, dan tubin. Apa makna tiga kata itu? Kita akan membahasnya dalam edisi Klinik…