Kategori: Kreatika

  • Puisi-puisi Fitria Sartika dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Fitria Sartika dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Semu Lika-liku kenyataan telah mewarnai penuh kelakar Fana, aku menempatinya kadang tanpa sadar Aku hendak ke mana setelah sumbu bumi berhenti berputar Saat paruku tak lagi mampu bergetar Kadang aku lupa jalan Waktuku masih terbuang tanpa kemanfaatan Yaa Rabb… Andai engkau jemput daku dalam kemaksiatan Apa dayaku yang masih kurang dalam beramal? Apa langkahku menebus…

  • Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Suluah Jo Siampa Cerpen : Linda Tanjung   Hujan rintik-rintik membasahi bumi. Dedaunan merasakan kedinginan ditimpa hujan dan malu-malu meneteskan airnya. Rintikan hujan itu seperti tangisan yang tak pernah reda. Menghantui jiwa yang lemah karena dendam angkara Ilham menarik selimutnya semakin dalam, malam yang dinginpun telah melelapkannya setelah seharian berjibaku di kampusnya. Laptop, diktat, flashdisk dan ponselnya berserakan di…

  • Puisi-puisi Denni Meilizon dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Denni Meilizon dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Adam dan Hawa KITA tumbuh menjadi sepasang kekasih yang didera kesibukan untuk mengukur bangunan tubuh masing-masing, saling menilai seberapa besar akal budi mengembang dalam pikiran. Kau dan aku saling mencintai dengan kuat, tak ada celah untuk menarik egangan, kau mengisi aku, aku pun mengisi engkau. Ruang antara kita hanya sepersekian milimeter, tak ada peluang orang…

  • Cerpen “Bunga Ros yang Menunggu Layu” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen “Bunga Ros yang Menunggu Layu” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Bunga Ros yang Menunggu Layu   Cerpen : Fadli Hafizulhaq Di suatu sore menjelang senja, lelaki rambut berminyak itu datang tatkala Ros tengah menyesap segelas jus alpukat. Ia tampak necis dengan setelan kemeja lengan panjang dan celana jins serta tidak lupa sekuntum bunga ros–Ros lebih senang menyebutnya begitu ketimbang dengan bunga mawar. Ros hampir saja…

  • Puisi-puisi Ali Usman dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Ali Usman dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Merah Putih Jiwaku Erat Memelukmu Kekasihku, di itikafmu mereka Merusak khusyuk pencarianmu Berharap tenang merindu syahdu Menikmati bersama Rabb-mu Terusik terhempas gelegar mesiu Pencarian malam seribu bulan Lailatul Qadar-mu di Al Aqsha Dibela batu berkawan Quran Menjaga mulia Baitul Maqdis Kiblat pertama kita nan suci Saudaraku, di sini aku berteriak! Geram! Marah! Sedih! Tontonan tangan-tangan…

  • Cerpen “Suatu Sore” Karya Yulfia Afaz dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen “Suatu Sore” Karya Yulfia Afaz dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen: Yulfia Afaz  Rabu, 30 September 2009 Angin sore terasa dingin namun begitu menyengat di pori-pori Hasan. Sesekali mulut angin menghempaskan aroma amis dan berhasil hinggap di hidungnya yang bangir kemudian lenyap begitu saja. Meskipun suhu udara terasa berbeda dari biasanya, kekhusukan menunaikan empat rakaat tidak membuat mahasiswa semester 5 itu terganggu sedikit pun. Setelah melipat sajadah,…

  • Puisi-puisi Djoe HT Bagindo dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Djoe HT Bagindo dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Di Sini Setelah Hujan Cukup lama musim bercerita tentang ladang-ladang dan tanah-tanah dengan retaknya lalu sehelai demi sehelai daun meninggalkan ranting yang mengacung kering menunjuk matahari serasa berbisik “masih adakah harapan untuk menemui gerimis esok hari” lalu kutemui kau saat ini. Di sini setelah hujan gazebo sepi lembab menghadap sungai menanti harapan menjadi tunas tunas…

  • Cerpen “Sang Guru dari Negeri Kabut” Karya Silvianti dan Ulasannya oleh M. Adioska

    Cerpen “Sang Guru dari Negeri Kabut” Karya Silvianti dan Ulasannya oleh M. Adioska

    Cerpen: Silvianti Berpuluh-puluh motor dan mobil merangkak perlahan di antara gelimang debu yang menari-nari. Berpacu dengan detak jarum jam yang tak pernah mau berhenti barang sebentar. Tua muda, laki perempuan, besar kecil, kaya miskin, saling salip, tikung kiri, dan tikung kanan. Yang berani lari, yang takut tersikut, dan yang lambat mengumpat. Sumpah serapah berhamburan bebas dari  mulut-mulut…

  • Puisi-puisi Lidia Ningsih dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Lidia Ningsih dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Ingkar Atap rumah tinggi menjulang Tembok raksasa tua adalah saksi bisu Kau junjung kesetiaan pada satu hari yang tak berdosa Saat itu titik dari mulutmu begitu jelas Bibirmu bergetah sehingga tak satu pun menentang Pikiranmu semakin tajam mengawang hingga menembus langit Tuhan Jalanmu tiada dapat kuperoleh Dalam seperempat jalan kamu berubah akal Kata tak berpucuk…

  • Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Pulanglah, Bujang  Cerpen: Hasbunallah Haris   Aku pulang ke Batipuh sekitar dua hari yang lalu, langsung kutemui pria tua berjenggot lebat di rumah gonjong itu sesuai yang diamanatkan sahabat karibku, Harfan. Sebelum kematiannya di Bukit Alang Lawik, tak tega aku melihat air muka orang tua itu ketika beruluk salam padanya. Mata tua keriputnya yang sendu menatapku…