Kategori: Kreatika
-

Puisi-puisi Mira Rj dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Rindu yang Pergi Tak pernah menyangka masa ini kan tiba Tak pernah menduga era ini datang juga Aku rindu padamu guru Aku rindu padamu temanku Tak pernah menyangka ini akan lama Tak pernah menduga akibatnya luar biasa Kata rindu pada guru tak terdengar lagi Kata rindu pada teman tak lagi menggebu Memang masa ini ada…
-

Cerpen Dara Puspa Mulyana dan Ulasannya oleh Medi Adioska
Surat Cinta Setelah Kematian Cerpen:Dara Puspa Mulyana “Ketaatanmu kepada Tuhan membuatku jatuh. Sejatuh-jatuhnya!” ~darapuspamulyana~ Awan tampak kelabu menyelimuti bumi yang sudah menua. Kesegaran disuguhkan oleh tumbuhan setelah bercumbu dengan hujan karena lama memendam rindu yang kekeringan. Sepertinya hujan masih enggan meninggalkan bumi yang sabar menantinya. Itu terlihat dari raut awan yang betah dalam posisi…
-

Puisi-puisi Ulul Ilmi Arham dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Arunika Gelisah mengetuk sela-sela nurani Membisiki lembut ruas-ruas jemari Menuntunmu ‘tuk menjawab Di sepertiga akhir yang menggelap Masih beratkah jejak ini melangkah Padahal ribuan angan melimpah ruah Masih kalahkah pada kelopak yang basah Hingga malu segan merayu pasrah Masih menafikkah pada raga yang melemah Di kala detik mengantar waktu menuju tanah Siang takkan menahan dan…
-

Cerpen Silvianti dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Raja Ngalau Guci Cerpen: Silvianti Mentari bersembunyi di balik pepohonan yang tumbuh liar di sepanjang lereng terjal Ngalau Guci. Dua ekor burung punai kecil berekor putih berkejar-kejaran di antara dedaunan kayu ngalau yang rimbun. Tembolok kedua burung itu kelihatan penuh, maklumlah sekarang sedang musim buah, jadi burung dengan sayap warna-warni itu tak perlu susah payah…
-

Puisi-puisi Afriant Ishaq dan Ulasanya oleh Ragdi F. Daye
Jiwa-jiwa Kehilangan Semilir menyelip mesra di antara telinga Membawa bisikan petaka dari seorang durja Ada hati yang tersentak lalu rapuh sebelum membara Tinggalkan kesakitan tanpa ada bekas abu mengudara Ada darah tercecer dari tapak ksatria Melukis abstrak di beling yang penyebab luka Perlahan meresap pada bakal yang bernama raga Lalu, semua semangatnya sirna …
-

Cerpen Karya Meria Fitriwati dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Jodoh Cerpen: Meria Fitriwati Aku adalah seorang gadis yang berumur 25 tahun. Menjadi guru setelah menamatkan kesarjanaan adalah pilihan yang harus aku jalani. Walaupun tidak bercita-cita menjadi guru tetapi berbagi ilmu bagiku adalah suatu keharusan. Selain tamatan sarjana teknik sipil, aku juga menekuni bidang tulis menulis. Bagiku menulis adalah impian yang harus kulewati dari hari…
-

Puisi-puisi Dara Puspa Mulyana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Sebuah Harapan Hari itu Di depan sebuah istana Aku menjajakan kafein Menuangkannya ke dalam gelas-gelas kertas Hari itu Setiap aku menapakkan kaki memasuki gerbang Angin selalu berdansa dengan indah Meniup khimar yang aku kenakan Aku bersyukur Bukan karena lembaran-lembaran kertas yang aku peroleh Lebih dari itu, Sebuah perjalanan Di sana kulihat taman surga Surga…
-

Cerpen Loli Rahmana Putri dan Ulasannya oleh M. Adioska
Nasib Si Urang Pudua Cerpen: Loli Rahmana Putri Bukik Punago memanggil Mak Ujang. Unggas-unggas pemakan padi berayun pada ujung dahan memantau hamparan padi yang mulai menguning. Nampaknya, tundukkan padi yang berisi tak memberikan ruang sembunyi bagi para unggas. Tak heran, ketika sedikit saja Mak Ujang terlambat ke sawah, sawah yang menguning pun bak disirami dedaunan lapuk…
-

Puisi-puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
BOM Bila orang teriak Pancasila? Saat Negara terguncang keseragaman Ketakutan akan kebenaran Ketakutan akan kedok keniscayaan, terkuak Duarrr!!! Orang pun berujar, semua Pancasila!!! Demi NKRI Berjaya BOM sebagai penanda yang tak berPancasila Sila kedua yang terurai antara serpihan daging, darah Kemanusiaan yang beradab hilang atas nama BOM Apa itu BOM? Bersedia mati Orang tak…
