Kategori: Kreatika

  • Puisi-Puisi Acet Asrival dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye 

    Puisi-Puisi Acet Asrival dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye 

    Wabah dalam Dada Degup di dada kami adalah resah yang tiada terdengar, hanya tersirat dari mata kemudian bergetar di bibir kami, Tuan. Bungkam dikatup bibir, senyap dikatup mata, buncah dalam dada sempit─ dihimpit wabah pandemi makrokosmos, menjalar bak akar pada pokok kayu, dari pangkal hingga pucuk, dari dahan menuju ranting, dari ada menjadi tiada. Akar…

  • Cerpen “Pilihan” Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen “Pilihan” Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Pilihan Cerpen: Sakura Alvino Sudah setengah jam Indra menatap layar gawainya. Satu nama di aplikasi berwarna hijau mengusiknya pagi ini. Kepulan asap hinggap kemana-mana, melukis kegelisahan di hatinya. Pesan itu menyentaknya yang sedang mengasuh si bungsu, aktivitas rutinnya ketika hari libur bekerja. Sudah sepuluh tahun ia bekerja sebagai buruh pabrik di salah satu kota besar tempat tinggalnya. Pekerjaan…

  • Puisi-puisi Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Rinai dan Alunan Sepertinya malam adalah cerita-cerita yang cukup ranum. Ada perihal mengungkap seorang penyair yang hilang ditindas dalamnya lubang di jalanan. Mengitari kota dan menujui kedai kopi adalah perhentian jalan yang mengasyikan. Remang malam mengikis duga akan perasaan : lain dan membatin seperti kopi susu beraroma robusta. Mega alunan mendengungkan gitar malam. Dentingnya penuh luka seperti ditimpa kawan Saat duduk termenung di tepi danau. Apakah cerita malam harus memilih antara Lengang dan sunyi yang pasif? Aku tahu, malam bukanlah lampu yang padam. Seketika, Di hadapan kopi susu hangat aku menentang rinai yang mengelebat Lembut dan memaksaku untuk membuta. Buta untuk tidak bias menatap siapa…

  • Ulasan Cerpen M.Adioska, “Marawa” oleh Linda Tanjung

    Ulasan Cerpen M.Adioska, “Marawa” oleh Linda Tanjung

    MARAWA Cerpen: M.Adioska  Malam bainai. Rabab menyamun sepi, mengiris malam. Ada gores yang tersembunyi. Diam dan tinggal dalam hening serupa cerita-cerita lama saat kita berlari di pematang. Atau, seperti janji kanak-kanak yang kita ikatkan sembari saling mengaitkan jari kelingking. Saat itu kau tersenyum, entah merupakan pertanda bahwa kau akan berteguh hati mempertahankan janji itu, atau entah…

  • Sendu Penuh Kenangan | Puisi Karya Surya Hafizh dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Sendu Penuh Kenangan | Puisi Karya Surya Hafizh dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puing-puing Hujan Reruntuhan itu Kau kenang juga Puing-puing hujan yang menimpa atap rumahmu, Menenggelamkan jembatan satu-satunya di desa Memutus jalan setapak yang membawa kita sepulang sekolah Tak pernah berselisih paham tentang siapa yang melahirkan hujan Bagimu langit dan awan hanya menawar sepi bunga-bunga taman, Kehilangan Kemudian, saat tampak olehnya atap rumahmu ia pun menguap: karena panas…

  • Randa Kabla, Cerpen Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya Oleh Ragdi F. Daye

    Randa Kabla, Cerpen Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya Oleh Ragdi F. Daye

    Randa Kabla  Cerpen: Amalia Aris Saraswati Bukinah membawa cucunya, yang terkena dampa penyakit gatal yang tak tahu hewan apa penyebabnya, kepada Randa Kabla. Randa Kabla mengunyah beberapa daun gude dan sepotong kunyit. Lengan cucu Bukinah yang terkena dampa disembur dan dibaluri ramuan tadi. Si cucu meringis perih. Bukinah mengulurkan sekantong gula merah. Randa menampik. Bukinah…

  • Puisi-Puisi Djoe H.T. Bagindo dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Puisi-Puisi Djoe H.T. Bagindo dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    SIANG DI RANTAU Djoe.H.T.Bagindo   Kering menyapa di atas tiang lampu merah menyala Terik menyobek kulit berbau debu aspal kota Di kawah rantauterdampar jiwa   Aku yang lahir dari rahim kesunyian Terdampar pada kolong peradaban yang biadab Padanegri yang sibuk bersolek seperti Belia yang baru kenal lelaki   Siang yang keparat Dari sebuah armada sepatu…