Kategori: Kreatika
-

Cerpen “Ipen” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar
Oleh Linda Tanjung Tangannya lurus ke depan sampai sebatas bahu, sejajar dengan kaki kirinya. Kakinya pun mengikuti gerak tangannya. Satu persatu langkah kakinya berjalan seiringan namun tangan dan kaki tidak berlawanan seperti jalannya kaki orang normal. Tangan kanan sejalan dengan kaki kanan, tangan kiri sejalan dengan kaki kiri, dan tanganpun ayunannya sejajar bahu.…
-

Puisi-puisi Eva Hairani dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Eva Hairani Tidak Akan Sama Aku buka kembali sajak-sajak itu Dan menemukan kita yang tak lagi utuh Entah di mana dirimu yang pernah menjadi tubuh dalam puisiku? Masih adakah rindu yang tersisa untuk sekedar merangkai kata yang patah? Walau hanya untuk merayakan duka pada bait-bait aksara Aku kehilangan ruh di dalam setiap tulis Bahkan…
-

Cerpen “Harimau Buntung” Karya Johan Arda dan Ulasannya oleh Azwar
Harimau Buntung Cerpen: Johan Arda Jam Gadang membusung di hadapanku. Setiap hari. Jika malam, banyak gerobak kacang rebus berasap berkeliaran hingga subuh. Namun, siangnya penjual karupuak leak tidak kalah lebih banyak memadati pelataran Jam Gadang. Pelancong-pelancong yang bisa kuketahui asalnya melalui logat bicara dan pakaiannya memang cenderung menuju Jam Gadang lebih dahulu seturunnya dari…
-

Puisi-puisi Hendri Tanjung dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Hendri Tanjung Biarlah Laut Menelan Jeritan Hatiku Aku bisu menutupi ragu Rasa yang kautawarkan haruskah kubayar dengan perhatian Aku seperti dikungkung dalam keterasingan di luar jangkauku Tak sanggup untukku berlama lalu berlari karena kusadar bayangku tak setara Ketika kau datang memanggil namaku kutinggalkan semua berlari di antara tebing-tebing hingga tersungkur di bibir pantai berpasir…
-

Cerpen “Jangan Marahi Aku Ibu” Karya Guswita dan Ulasannya Oleh Dara Layl
Jangan Marahi Aku Ibu Cerpen: Guswita Cerahnya pagi dengan sinar mentari di ufuk timur. Seiring suitan burung bersahutan menyongsong hari. Jeni dan Wili sangat gembira, seakan mengikuti irama pagi hari yang memberikan harapan bagi semua makhluk Tuhan. Pagi ini keluarga mereka akan pergi rekreasi. Ya, pergi berekreasi keliling Sumbar bersama seluruh keluarga besar mereka.…
-

Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys. Episode Rintik di Bulang Linggi Angin … Tapak ini masih goyah kala berdiri Di tepian dermaga Bulang Linggi Hembusanmu mengirimkan berita ketidakpastian Menyajikan rintik dengan segala tanya Awan … Secawan ragu hati ini akan dilema Menaiki kapal ke seberang pulau meninggalkan kenangan atau tetap tinggal di dermaga melanjutkan kenangan Rintik ini…
-

Cerpen “Mak Irah” Karya Oli Novedi Santi dan Ulasannya oleh Azwar
Mak Irah Karya: Oli Novedi Santi “Dua hari lagi Mak, harus mengosongkan tempat ini!” tegas suara Bu Sanjaya. Kaget terlihat di wajah Mak Irah. Keriput di keningnya semakin jelas terlihat. Dia menarik nafas dalam. Menenangkan hatinya. “Maaf Bu, saya baru sehari terlambat bayar sewa. Rencananya sore ini saya mau ke rumah Ibu untuk melunasinya.”…
-

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Nining Nirmala Sari Lailatul Qadar Ketika langit malam menyapa Para pribumi dunia Tunduk serta segala rupa Menyaksikan keajaiban-Nya Malam yang bersolek Dihias kecerahan rembulan Bagai permadani di singgasana Diarak milyaran bintang Suara jengkrik menyemarakkan Membelah kesunyian Rerumputan yang menengadah Menyambut ribuan malaikat turun ke bumi Angin sejuk menawangi Di…
-

Cerpen “Menuai Kebahagiaan di Tengah Patah Hati” Karya Hana Fau dan Ulasannya oleh Dara Layl
Menuai Kebahagiaan di Tengah Patah Hati Cerpen Oleh: Hana Fau Maysa menyenggol bumbung karung tepung Hanjeli yang siap dikirimkan saat menikmati momen menilai terpenuhinya syarat sesuai standar menjaga kualitas di setiap proses pengemasan agar nilai gizi yang terkandung dalam tepung hanjeli tetap terjaga dengan baik sebelum dikirim ke mancanegara yang telah ditargetkan. Maysa memang…
-

Puisi-puisi Fahruzi Alfani dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Fahruzi Alfani Paling Aku Ibu, beribu langkah kaki telah aku ayun Hitam putih, gelap terang Ibu, beribu kata telah aku ucap teguh Lemah lembut, kasar terniang Ibu, hatimu mengarungi samudra ini, senang sedih, suka duka, hingga tetesan peluh Ibu, hangatmu menyelimuti diri, alunanmu menangkan kalbu, senyum mendamaikan jiwa, tiada lelah Ibu, tiada kasih…