Kategori: Kreatika

  • Puisi-puisi Jonson Effendi dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Jonson Effendi dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Jonson Effendi Perjalanan Mencari Tuhan Berjalan di tepian ngarai mencari seberkas sinar dari timur ke barat sampai matahari ditelan laut. badan lusuh kaki berjalan menuju pintu kubur keabadian hidup setelah kematian Daku terus berjalan walau diterpa badai, basah kuyup bermandi hujan tiada takut tiada gentar tetap tegar bagai karang dihempas gelombang pasang Sepertiga malam…

  • Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

    Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

    Senja di Mata Mona  Oleh : Muttaqin Kholis Ali   “Loh kalian kok balik lagi?” Bu Vina, guru yang baru saja diangkat PNS menunjuk tiga gadis yang baru saja memarkirkan motornya di depan lobi sekolahan tempatnya mengajar.  Tiga gadis di depannya saling sikut. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Bu Vina, hingga ia harus bertanya ulang.…

  • Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi Puisi R.S. Mila Lentera Kuno Ia berpaut pada  sebuah tonggak lama Menopang seluruh harapan Berharap bisa berguna Rembulan menerangi kegelapan Cahaya itu tetap berpacu mengalahkan cahaya bulan Fajar pun tiba Kini rembulan sedang beristirahat hingga malam Angin bertiup menggoyangkan lampu gantung itu Lentera disebut pelita Ia selalu terjaga Mengalahkan waktu Hingga ia sampai pada…

  • Cerpen “Memilih Jalan Tuhan” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya Oleh Dara Layl

    Cerpen “Memilih Jalan Tuhan” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya Oleh Dara Layl

    Memilih Jalan Tuhan Oleh: Muttaqin Kholis Ali  Sinar mentari menyapa penuh kehangatan. Orang-orang bersuka cita, menyambut hari dengan semangat empat lima. Adalah Parna, bocah berusia 10 tahun yang duduk di tepian sungai dekat tempat tinggal orang tua angkatnya. Wajahnya penuh lelah dikarenakan keadaan. Kadangkala ia ingin mengeluh. Betapa ia juga berharap memiliki kehidupan penuh kebahagiaan…

  • Puisi-puisi Sri Wardani dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi-puisi Sri Wardani dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Sepi Sekeping Hati Kerjap bintang menjulur dalam kelam Sunyi menyusuri malam Denyut sepi merangkak enggan Pengemis iman datang menyalam Duka mengakar menjalar jiwa Lemah, lelah menguasai raga kehampaan mengganyang rasa berpilin benang melilit resah Menyesakkan Terbelenggu ikatan kenestapaan Terlempar dalam lumpur yang membenam Tersadar, dosa memeluk badan menjemput keampunan Keluh kesahku pada-Mu basah di lidah…

  • Cerpen “Petani yang Menyemai Emas” Karya Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Petani yang Menyemai Emas” Karya Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Petani yang Menyemai Emas Cerpen Dodi Saputra Seorang berkaca mata hitam keluar dari mobil mengkilat dan berhenti di gubuk bambuku. Aku betul-betul terperangah melihat sosok lelaki berdasi melintasi pematang sawah itu. Ia masih bersepatu kulit dan terus mendekatiku. Ia seperti sudah akrab dengan hamparan sawah menguning kali ini. Sekali lagi aku menatapnya lebih dekat. Aroma…

  • Puisi-puisi Reni Oksilia dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi-puisi Reni Oksilia dan Ulasannya oleh Dara Layl

    Puisi Puisi Reni Oksilia   Puisi 1: Karena Allah Sayang Istirahatlah! Pesan ini diterima saat diri rebah Renungkan hikmah dengan sabar dan jiwa lapang Kesulitan bersama kemudahan, suatu janji pasti Jaminan Rabb Yang Maha Berkehendak   Usaha membumi jadi kewajiban Doa melangit sebagai pengharapan   Benteng pertahanan rapuh dihantam kealpaan Karena Allah sayang semua datang…

  • Cerpen “Telur Kemerdekaan” Karya Otriramayani dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Telur Kemerdekaan” Karya Otriramayani dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    TELUR KEMERDEKAAN Cerpen: Otriramayani   “Lho mang kenapa kalau mereka bernyanyi,  menari dan berlomba?” Dia masih bersungut. Muka temanku itu merah padam, marah!  “Mereka keasyikan beryanyi,  menari dan berlomba,” “Lha biarin aja, mereka bergembira untuk merayakan….” “Merayakan apa?” dia makin meradang, “Merayakan kemalangan saya?” Aku tertawa, seperti orang orang yang sering menertawakan kenaifan dan kebodohan…

  • Puisi-puisi Surya Hafiz dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Surya Hafiz dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    Puisi-puisi Surya Hafizh   beberapa nasihat ketika kamu memutuskan memiliki anak biarkan anak-anakmu bermain sebab tumpukan mayat boneka telah memenuhi rusuk kota selalu pastikan pintu dan jendela terkunci agar kucing tetangga tak memecahkan pot bunga atau meninggalkan bekas cakaran di kulit sofa ajari mereka cara mengikat tali sepatu atau menjerat leher dengan dasi kupu-kupu jangan…

  • Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

    Pulang ke Rahim Ibu Oleh : Amalia Aris Saraswati Maghrib hampir jatuh, tapi aku masih termangu di bangku peron. Aku baru tiba dari perjalanan Cikarang-Kramat. Bukannya melanjutkan perjalanan ke kontrakan, aku justru memilih duduk di bangku stasiun agak lama. Orang-orang memperhatikanku, seakan aku perempuan muda yang tampak seperti orang linglung, lupa jalan ke rumah daripada…