Kategori: Kreatika
-

Cerpen “Pada Hari Benci dan Cinta” Karya Oli Novedi Santi dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Penerapan metode resepsi sastra berdasarkan paparan di atas dapat dirumuskan ke dalam tiga pendekatan: pertama, penelitian resepsi sastra secara eksperimental, kedua, penelitian resepsi sastra melalui kritik sastra, ketiga, penelitian resepsi sastra intertekstualitas. Selain itu bentuk-bentuk respon pembaca terhadap karya yang dibaca adalah bagaimana karya sastra menjadi inspirasi bagi pembaca untuk menghasilkan karya yang baru.
-

Puisi-puisi Ulil Hidayah Lubis dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Mencari Jejak Pulang Aku melangkah hampa Pada megahnya lautan sabana Menyusun potongan rasa Yang melanglang buana ke angkasa raya Di naungan sang saga merah Para bocah bermain lincah Tawa merdu mengalun indah Langkah ringannya teramat gagah Dulu, semua terasa begitu menyenangkan Saat kita dikata anak ingusan Tiap petang begitu berkesan Bau petrikor yang begitu menenangkan…
-

Cerpen “Ayam dan Kambing” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Ayam dan Kambing Cerpen: Fadli Hafizulhaq “Ini, Nak, ayah belikan kau sepasang ayam, maka jagalah!” Setidaknya itu yang dikatakan Pak Samidi pada anak sulungnya, Sidi, belasan tahun silam. Maka anaknya yang masih duduk di bangku SD itu bergembira ria bagai baru mendapat warisan harta dari bapaknya. Kemudian terjadilah serah terima sepasang ayam itu.…
-

Puisi-puisi Karya Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Danau Singkarak Sibak sore tak tahu malu, Kali ini riak dan derak ombak memecah Derak kulit pensi terpijak, menandakan rindu nan pecah. Igau si pencari pensi nan terlampau oleh sebab garis pantai kian ke dalam. Ah, payah. Payah sekarang. Apung jala meriap disapu pelan riak, Sampan dan Mak Itam tampak menyatu seperti kenyataan yang penuh…
-

Self Reward
Salman Herbowo Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id Memberikan apresiasi terhadap diri sendiri saat berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan tidak ada salahnya untuk dilakukan. Self reward istilahnya yang sering didengar, dan saya kira itu menjadi hal penting. Apalagi jika pekerjaan yang diselesaikan itu berat dan penuh rintangan. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri yang mungkin saja berdampak positif terhadap pekerjaan…
-

Cerpen “Besok Sudah Tidak Ada Aku” Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Besok Sudah Tidak Ada Aku Oleh : Afrizal Jasman Ini bulan Juli. Sebulan lagi Agustus. Artinya sebentar lagi akan agustusan. Akan ada pesta rakyat dimana-mana, -dikota dan didesa dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Jalan-jalan akan dipenuhi umbul-umbul dan bendera merah putih akan berkibar serentak didepan rumah-rumah warga. Semuanya akan terlihat baru karena hanya pada…
-

Puisi-puisi Maulita Dwi Cahya dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Sebuah puisi akan memunculkan keragaman makna karena setiap pembaca akan memiliki pemaknaan yang berbeda. Alat utama dalam memaknai puisi adalah perasaan. Tarigan (1985) menyatakan satu-satunya tolok ukur dalam memaknai puisi adalah ‘rasa’. Meskipun begitu, untuk memahami puisi perlu dianalisis berdasarkan unsur-unsur pembentuknya baik unsur internal, maupun unsur eksternal. Struktur eksternal puisi terdiri atas imaji, diksi, kata…
-

Cerpen “Nasi Kapau” Karya Nur Azizah dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Banyak sekali orang yang masih menjajakan dagangannya dengan sopan, “Pedagang yang gigih,” pikir Arisha. Arisha terus melangkah mengikuti langkah Uda Ikhsan, menuju tempat yang nyaman untuk minum kopi hangat di kota yang dingin ini.
-

Puisi-puisi Abiyyu dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Puisi Cyberpunk/Mungkin/Kemungkinan (yang Sungguh Sok Tahu) Biarlah arak tetap arak Suaranya manis, aku terbual/terbuai/terbang/terbuang Biarlah merah tetap merah Boleh saja dia darah/marah/berhenti/mati Biarlah kalah tetap kalah Mereka hanya ingin mabuk/khusuk/ketawa/merdeka Biarlah rembulan tetap rembulan Dinaunginya tiap tiap suara yang keluar di pagi buta/lupa/hening/bising Biarlah mata tetap mata Ada ribuan kebenaran yang kulihat tiap kali kucungkil…
-

Cerpen “Dua Bidadariku” Karya Rasyafa Sabrakamila dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Dua Bidadariku Cerpen: Rasyafa Sabrakamila Ini hanyalah kisah perjalanan temanku dan aku hanya ingin menceritakannya kepada kalian agar bisa sedikit membagi rasa kesepian dan kegembiraan temanku. Ya temanku ini bernama Rendi. Ia terlihat murung dan kesepian. Aku selalu melihat dia sendirian dan tak ingin berinteraksi kepada siapa pun. Sebenarnya aku ingin mengajaknya berbicara, tapi…