Kategori: Literasi
-

Insting Parental Tidak Hanya Milik Ibu
Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Insting ibu atau keibuan adalah anggapan kuno yang perlu ditinggalkan. Sebab, insting parental atau insting orang tua tidak hanya terkait pada satu gender saja. Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki insting ini. Insting parental tidak muncul begitu saja, namun membutuhkan proses untuk mengaktifkannya. Mengalami masa mengandung selama sembilan bulan tidak…
-

Semiotik Riffaterre dalam Puisi “Doa Seorang Pesolek” Karya Joko Pinurbo
Oleh: Winda Radisti (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Puisi adalah karya sastra yang banyak dikenal dan dinikmati orang-orang. Puisi merupakan aktivitas bahasa yang berbeda dengan pemakaian bahasa pada umumnya (Riffaterre, 1978). Dengan pemakaian bahasa yang berbeda dengan bahasa pada umumnya, puisi sering kali menggunakan kata yang sulit dicerna atau dipahami…
-

Kata Wajib yang Tidak Wajib
Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Tamu di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Saat ini, ada banyak informasi yang bisa diakses di berbagai media, seperti pengetahuan tentang wisata, kuliner, beasiswa, budaya, dan kesehatan. Semua informasi tersebut tidak hanya disajikan oleh program media resmi jurnalistik, seperti televisi, radio, dan media masa), tetapi juga bisa didapatkan…
-

Mengenal Tanda Petik Tunggal
Oleh: Ria Febrina (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada) Ada salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia yang menarik untuk diperhatikan ketika berbicara. Menggerakkan kedua jari tangan (jari telunjuk dan jari tengah) sembari berkata “Dalam tanda petik ya!”. Salah satu contoh kalimat dapat dilihat…
-

Introspeksi Diri: Dari Nasi Ke Hati
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) “Bayangkan jika sisa makanan dan minuman itu bisa bicara dan menuntutmu di pengadilan! Sebutir nasi yang ditinggalkan akan menangis sambil berkata, ‘Kenapa aku tidak dimakan?’ dan seteguk minuman yang tidak dihabiskan akan marah, ‘Aku juga bagian yang harus diselesaikan!” Itulah yang nenek katakan, dan meskipun terdengar dramatis, siapa yang…
-

Puisi-puisi Dara Layl dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye
Puisi-puisi Dara Layl Penjara aku terhempas pilu terdampar dalam kesakitan ombak membawaku pada karang— karang yang setajam dendam kisah ini, menghancurkan pengharapanku tapi tetap— rinduku padamu. Kutub Tak Bersalju, 2018 di sana. di sini. ada banyak ketakutan yang menyerang menyusup diam-diam menikam dalam-dalam pada suatu malam ketakutan menjelma…
-

Tradisi antara Identitas dan Media Kritik
Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) “Tanpa ingatan, tidak ada budaya. Tanpa ingatan, tidak akan ada peradaban, tidak ada masyarakat, tidak ada masa depan.” -Elie Wiesel Indonesia merupakan negara dengan banyak pulau dan suku sehingga tradisi yang dimiliki oleh masyarakat juga berbeda-beda. Kebiasaan dan kepercayaan masyarakat…
-

Nilai-nilai Religiusitas dalam Naskah Drama “Masyitoh” karya Ajip Rosidi
Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Sastra diciptakan oleh pengarang yang merupakan bagian dari masyarakat. Dalam sastra tergambar kehidupan yang bisa jadi berasal dari kenyataan. Karya sastra memiliki cara tersendiri dalam mengungkap kenyataan atau realita sosial. Sastra disampaikan melalui medium bahasa yang mengandung unsur-unsur estetika. Di dalamnya…
-

Sedikit Demi Sedikit, Lama-lama Jadi Rumit
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Ada satu kebiasaan yang sering menjebak kita, yaitu menunda-nunda pekerjaan. Pekerjaan yang awalnya sepele ditunda dengan harapan nanti dapat diselesaikan. Hari pun berganti, pekerjaan pun bertambah, dan terasa semakin berat saja. Tanpa disadari akan “meledak” dan membuat kita sesak. Tidak salah kiranya bahwa hal paling rumit itu menyelesaikan pekerjaan…
