Kategori: Literasi
-

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?
Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah) Pada tahun 1326, perempuan penyihir diburu dan dibantai secara sistematis. Hal itu dilakukan selama empat abad hingga korban diperkirakan mencapai 100.000 nyawa. Penyihir di awal Abad Pertengahan sebetulnya berkaitan dengan peramuan obat-obatan dengan tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi Raja Clovis di masa itu melarangnya dan memberi hukuman. Setiap orang yang dicurigai diadili…
-

Cerpen “Moza dan Ijah” Karya Hayat Mardhotillah dan Ulasannya oleh M Adioska
Moza dan Ijah Cerpen: Hayat Mardotillah Sore yang cerah, banyak anak-anak bermain ditaman. Ada yang bermain ayunan, ada yang saling berkejaran sambil tertawa dan ada yang bersepeda. Seru sekali anak-anak manusia ini. Sangat bahagia di samping ayah dan ibu mereka. Aku juga disini, tapi aku sendiri. Sepi. Aku menangis sedih, sudah berulang-ulang aku memanggil ibuku…
-

Iklan Hijau dalam Wacana Promosi
Oleh: Arina Isti’anah, S.Pd., M.Hum. (Dosen Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora, Universitas Gadjah Mada) Akhir-akhir ini, kita dengan mudah menemukan produk barang sehari-hari dengan label ‘ramah lingkungan’. Berbagai produk makanan, minuman, kosmetik, atau bahkan barang elektronik sering ditawarkan dari aspek keramahannya terhadap alam. Dalam salah satu iklan air…
-

Kolaborasi Penyelamatan Naskah Kuno di Surau Pondok Ketek
Oleh: Roma Kyo Kae Saniro (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Penyelamatan naskah kuno dapat dikatakan suatu proses yang kompleks dan membutuhkan perhatian khusus untuk memastikan kelestarian dan pemulihan naskah yang rusak. Penyelamatan dilakukan untuk mempertahankan warisan budaya Nusantara karena naskah kuno sebagai warisan budaya manusia yang berharga. Naskah kuno mencerminkan…
-

Visualisasi Budaya Minangkabau dalam Film Onde Mande
Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) “Orang Minang akan melakukan segala hal demi keluarga, kampung, darah, dan tanah kelahirannya” (Film Onde Mande) Masyarakat Minangkabau hidup dengan memegang sebuah falsafah, yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang berarti adat yang berkembang di Minangkabau juga berdasarkan syariat dan…
-

Mempertimbangkan Untuk Tidak Tidur dalam Perjalanan
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia) Adakah obat agar tidak mabuk dalam perjalanan yang lebih manjur dibandingkan tidur? Begitu tanya seorang teman yang selalu tidur saat dalam perjalanan. Hampir setiap perjalanan entah itu dekat atau jauh, baik dalam kota maupun luar provinsi ia selalu ketiduran. Alasannya adalah karena ia sering pusing kalau terlalu lama di…
-

Untung Ada Kata “Tempat …”
Setiap benda seharusnya memiliki nama sendiri, seperti tas, handuk, gelas, rumah, mobil, dan bantal. Begitu pun dengan aktivitas, seperti makan, minum, pulang, tidur, dan ambil. Semua nama-nama tersebut memiliki sejarahnya sendiri, seperti kapan mulai digunakan atau berasal dari mana. Bahasa Indonesia memiliki banyak kata serapan yang berasal dari bahasa asing, seperti hotel, tren, adaptasi, zakat,…
-

Sastra Ritual di Indonesia
Oleh: Roma Kyo Kae Saniro (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Adanya pendapat mengenai perbedaan Timur dan Barat dan memberikan dikotomi yang berbeda antara keduanya. Masyarakat Timur adalah istilah yang merujuk pada beragam kelompok etnis, budaya, dan negara-negara di wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik. Daerah ini meliputi negara-negara seperti…
-

Mambangkik Batang Tarandam dalam Naskah Drama “Orang-orang Bawah Tanah” karya Wisran Hadi
Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Sastra Indonesia FIB Unand) Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra di samping puisi dan prosa. Seorang penulis naskah drama disebut sebagai dramawan. Istilah ini juga berlaku untuk menyebut pemain, sutradara, maupun orang-orang lain yang berkecimpung di dunia seni drama. Naskah drama bukan semata-mata dibuat untuk dibaca saja, tetapi…
-

Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya Oleh Ragdi F. Daye
Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys Mie Tanjung Pinang Kita akan selalu menelusuri jalan ini Bintan … Nama yang selalu disebut-sebut beraroma sejarah Tentang kemaharajaan Tentang gunung Tentang laut yang eksotik Di jalan ini Kita akan selalu memilih tempat di meja bundar Tersaji sepiring kerupuk berasa ikan dari lautan tempat tinggal kita Sepiringnya kita menanti Kisah-kisah…