Kategori: Literasi
-

Cerpen “Salah Taksir” Karya Liza Warni dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka
Salah Taksir Cerpen: Liza Warni Tempat yang akrab, di mana angin bertiup dan dingin menyeruak tulang, tidak banyak yang berubah. Segalanya masih tetap sama. Usai salat subuh dua rakaat kubuka lebar jendela kamarku. Hamparan danau yang luas dan ajaibnya langit pagi dengan kilau bintang timur memanjakan mataku. Jauh di ujung timur kulihat negeri di seberang danau…
-

Homonim, Homofon, dan Homograf
Dalam sebuah bahasa, ada kata yang memiliki makna lebih dari satu, ada kata dengan huruf yang berbeda, tetapi bunyinya sama, serta ada juga kata yang hurufnya sama, tetapi bunyinya berbeda. Hal semacam ini sangat lumrah terjadi di berbagai bahasa di dunia ini, termasuk bahasa Indonesia. Kita bisa melihat dalam dua contoh kalimat berikut: (1) Pada…
-

Ban Serap
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id) Apa pentingnya membawa ban serap di mobil? Begitu pertanyaan seorang teman saat ia menemani saya mengemudi. Pada waktu kami menempuh perjalanan jauh, ke provinsi tetangga. Semakin jauh jalan ditempuh, semakin banyak pula hal yang dilihat. Semakin lama berjalan, tentu semakin bermacam pula yang terjadi. Begitu seorang teman menyemangati…
-

Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Lentera Engkau adalah matahariku Memberi terang di saat gelap Memberi pelita di saat kelam Tetaplah melenggang dengan egomu Engkau hadir di saat yang lain tak peduli Generasiku, teruslah genggam nilai-nilai kemanusiaan Agar manusia tetap jadi manusia Berjalanlah dengan bebas Busungkan dadamu Angkatlah kepalamu Dan kepalkan tanganmu Demi satu tujuan Nusantara ini takkan ada arti tanpa…
-

Konstruksi Kata “di mana” dalam Kalimat
Di mana merupakan kata tanya dalam bahasa Indonesia. Kata tanya berada dalam kalimat tanya atau disebut juga dengan kalimat interogatif. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia (2021: 486), kalimat interogatif digunakan untuk bertanya dan ditandai oleh kehadiran kata tanya apa, siapa, berapa, kapan, bila, bagaimana, dan di mana. Dalam buku yang berjudul Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia ini,…
-

Antara ‘Betina’ dan Perkara Misoginis Lainnya
Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id) Di media sosial kerap dijumpai kata ‘betina’ untuk menyebut perempuan. Sebutan itu biasanya muncul dalam komentar yang membahas sekelumit persoalan perempuan. Misalnya dalam menanggapi stereotipe perempuan dengan jawaban ‘terserah’ bila ditanya mau makan apa. Ujung dari komentar bisa saja berbunyi, “Maumu apa, sih? Dasar betina!” Bila merunut arti…
-

Puisi-Puisi Annisa Berliana
Anjing Haus Di mana mula cerita Nun sejak si anjing berkelana Menyalak melihat pertanda Meraung di fajar hari di perbatasan gelap-terang Konon berkisah itu sudah naluri alamiah Anggap batin si anjing tak sebagaimana bisa seperti itu Kanda? Melihat air liur tercetak di tepian dua bibir yang terpisah. Napas memberat, lidah terjulur Konon jua telinga…
-

Cerpen “Empat Belas Februari” Karya Oli Novedi Santi dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
EMPAT BELAS FEBRUARI Cerpen: Oli Novedi Santi Buyung masih duduk di depan pintu dapur. Matanya menatap hamparan sawah yang membentang di belakang rumahnya. Pemandangan yang tak pernah bosan dia lihat walaupun sudah sejak lahir kehijauan itu juga yang dilihatnya. Suara kicauan burung yang meramaikan suasana pagi hari ini tak membuat Buyung bergembira. Wajahnya penuh tanda…
-

Keistimewaan Kata “Hujan”
Banyak hal yang perlu dipahami dari kata “hujan”. Kata hujan menjadi istimewa di antara kosakata bahasa Indonesia lainnya. Mengapa begitu? Ya, karena hujan bukan hanya sekadar air yang turun dari langit. Lebih dari itu, hujan merupakan air yang melewati proses yang panjang dan mengandung banyak zat yang bermanfaat untuk kehidupan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hujan digolongkan…
-

Puisi-puisi Novi Handra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Manusia Berharga Kali ini aku ingin bicara pada dunia Tentang kata yang tak lagi biasa Pelajaran dan pesan berharga dari bapak Ki Hajar Dewantara Menjadi seorang guru bermartabat dan bijaksana Bukanlah sejumlah huruf yang menari di wajah papan Sejatinya menuntun angan yang terpatri di balik jiwanya Bukan hanya menjalar menuang kekosongan Mengakar mediator kala kelas…