Kategori: Literasi
-

Cerpen “Rumput yang Tak Pernah Bergoyang” Karya Adelia Febriyossa dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Lebih jauh, Nuryatin dan Irawati (2016) menyampaikan bahwa secara etimologis cerpen pada dasarnya adalah karya fiksi atau ”sesuatu yang dikonstruksikan, ditemukan, dibuat atau dibuat-buat”. Hal itu berarti bahwa cerpen tidak terlepas dari fakta. Fiksi yang merujuk pada pengertian rekaan atau konstruksi dalam cerpen terdapat pada unsur fisiknya. Sementara itu, fakta yang merujuk pada realitas dalam cerpen terkandung dalam temanya. Dengan…
-

Cuci Tangan
Salman Herbowo (Kolumni Rubrik Renyah Scientia.id) Betapa masih melakat diingatan kita semua mengenai betapa pentingnya mencuci tangan. Kira-kira di awal tahun 2020 saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, himbuan untuk sering mencuci tangan sering kita dengar atau baca. Adaptasi Kebiasaan Baru dengan langkah 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, begitu isi himbuan tersebut. Namun,…
-

Kalimat Majemuk Setara dalam Bahasa Indonesia
Proses belajar kalimat dapat dikatakan sebagai proses belajar sepanjang hayat. Hampir tidak ada manusia Indonesia yang sepenuhnya selesai mempelajari semua kalimat ataupun sempurna memahami semua jenis kalimat dalam bahasa Indonesia. Hal itu disebabkan oleh banyak dan kompleksnya pembagian kalimat dalam bahasa Indonesia. Selain itu, karena bahasa Indonesia bersifat dinamis, kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia juga terus…
-

Puisi-puisi Moch Aldy MA dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Meski menyindir, puisi Aldy tetap dapat dibaca dengan enak. Ungkapan-ungkapan yang digunakannya dengan pas memberikan gambaran atas persoalan yang disuarakan, seperti ‘tekun flexing di sosial media’, yang menyinggung masalah jejak digital yang dapat menjadi bumerang dari aktivitas sosial di dalam kehidupan nyata, di samping dapat pula berarti sindiran atas kebiasan wasring time, buang-buang waktu dengan…
-

Puisi-Puisi Yudhistira Ardi Poetra, M.I.Kom.
Waktu Itu Tertegun aku di satu waktu Duduk termenung menatap ke arah jam satu Terlihat dua insan nan tengah memadu Entah itu tawa entah itu sendu Semakin dekat seakan terlihat buntu Sekejap terlintas memori waktu itu Tentang kisah di tempo dulu Pertempuranku mendapatkan kamu Memecahkan misteri yang seperti batu Namun ternyata berakhir belenggu Bekasi, Juli…
-

Puisi-puisi Rudi Antono
Ning Merah Jambu “Puisi-puisi ini kupersembahkan sebagai ucapan selamat ulang tahun ke-39 untuk istri tercinta, Elly Delfia” Ning merah jambu Berjalan cepat tidak tergesa Rambut ikal berkepang dua Menatap lurus menyemai asa Batinku menyapa tak berdaya Ditikam waktu menahan luka Ning merah jambu Berbalutkan putih abu-abu Mengalir darah penuh cahaya Merah jambu di samping rumahku…
-

Beragam Kemungkinan Seseorang Tidak Bisa Pegang Omongan
Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id) Pernahkah pembaca berinteraksi dengan seseorang yang tidak bisa memegang omongannya? Misalnya, hari ini ia berkata begini, tetapi kemudian ia malah berkata begitu. Dalam kurun waktu tertentu ia bisa mengubah omongannya yang semula A menjadi B, C, D, dan lainnya sesuka hati. Kok bisa ya orang sebegitunya tidak punya…
-

Keluar dan Ke Luar
Suatu Ketika, saya membaca sebuah teka-teki yang ada di media sosial. Isi dari teka-teki tersebut adalah: Naik, ke atas Turun, ke bawah Maju, ke depan Mundur, ke belakang Geser, ke samping Masuk, ke dalam Keluar? Ketika saya masuk ke kolom komentar dari postingan tersebut, saya membaca banyak variasi jawaban yang juga diselingi dengan guyonan lainnya.…
-

Cerpen “Novel Kosong” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka
Entah ajian apa yang digunakannya. Akhirnya, Ivan bisa meyakinkan redaksi untuk menerima ide novel kosongnya itu. Seiring waktu berjalan akhirnya novel itu naik cetak dan disebar ke berbagai toko buku. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, bahkan sampai pada hitungan bulan aku dan Ivan terus memantau penjualan buku tersebut. Yang dipantau bukan masalah laris atau tidak laris semata,…
-

Bijak Bermedia Sosial
Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id) Ketika tidak punya smartphone, seseorang dianggap nggak keren. Ketika tidak memiliki akun media sosial bisa saja dianggap nggak gaul. Ketika tidak ikut atau tidak pandai bermain video game atau game online, bahkan bisa dianggap ketinggalan. Kalimat-kalimat itu mungkin saja pernah terbaca dan terdengar sebagai guyonan atau ejekan. Dan tidak sedikit pula terjadi pelanggaran…