Kategori: Literasi

  • Puisi-puisi Fury Buhair dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Fury Buhair dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Benang Darah Bangsaku Benang-benang dirajut, melintasi pembuluh darah melagukan memori sejarah suci berani anak-cucuku jangan lupa 76 lingkaran kukalungkan di dada, lima dasar kutanamkan dalam jiwa ingatlah Tuhan Yang Maha Esa membimbing negara hidup merdeka Lahirkan jiwa-jiwa patriotnya, di masajid dan sanggar pendidikan satukan jiwa-jiwanya menjelma adidaya kerajaan Jarum patah tumbuh seribu, kulihat benang dijahit…

  • Puisi-puisi Sri Wahyuni

    Puisi-puisi Sri Wahyuni

    Sepucuk Rindu Sepucuk rindu kutitipkan pada angin Untukmu yang telah dijemput kekasihmu Tak memakai taksi ataupun lamborgini Kau dijemput makhluk Tuhan paling taat Sore itu Hatiku hancur badan tersungkur Tak berdaya saat mendapat kabar itu Tak karuan penuh penyesalan Beribu tanya membendungi pikiran Apakah ini sebuah tipuan? Aku tak berani melihat wajahmu Wajah yang ditutupi…

  • Toping Martabak Manis dan Cerita di Baliknya

    Toping Martabak Manis dan Cerita di Baliknya

    Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)   Siapa yang tidak mengenal martabak manis? Makanan dengan aneka toping yang menggugah selera. Saya pikir makanan yang satu ini familiar bagi kita semua. Tidaklah sulit untuk mencarinya dan hampir di setiap daerah pula ada yang menjualnya. Mungkin saja dengan nama yang berbeda, ada Martabak Bandung, Martabak Manis, atau…

  • Cerpen “Kok Dapek Nan di Hati” Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen “Kok Dapek Nan di Hati” Karya Ali Usman dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Kok Dapek Nan di Hati Cerpen: Ali Usman   Hembusan angin seraya menyapu pepohonan yang rindang di depan rumahku. Hujan tiba-tiba mengejar dengan cepat. Gemuruh petir sesekali meningkahi irama angin dan hujan. Damai terasa hati ini mengiringi irama hujan karunia Allah yang harus disyukuri. Namun, kecamuk pikirankanku mengalahkan semuanya. “Da… kok buruak bana manuangnyo? Apo nan tajadi?”…

  • Ungkapan “Mau Meninggal” Ala Food Vlogger Indonesia

    Ungkapan “Mau Meninggal” Ala Food Vlogger Indonesia

    Jargon maknyus dan top markotop tentu masih segar dalam ingatan penonton televisi Indonesia. Jargon ini dipopulerkan oleh Bondan Winarno yang kala itu membawakan program kuliner di sebuah stasiun televisi Indonesia. Jargon ini bisa didengar oleh penonton jika makanan atau minuman yang sedang disantap oleh sang pembawa acara terasa benar-benar lezat, bahkan jargon ini menjadi penanda tingkat…

  • Di Atas Nama Pertemanan

    Di Atas Nama Pertemanan

    Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)   Saya percaya salah satu sosok yang memberi pengaruh besar dalam proses pengembangan diri adalah teman. Terkadang berbagai persoalan yang dihadapi dapat terpecahkan dengan kehadirannya. Namun begitu, tidak jarang pula kehadirannya juga memperumit dan menambah permasalahan. Untuk hal demikian, mungkin saja dia datang di waktu yang tidak tepat. Selain…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Damai dalam Bayang-Bayang Kau tamparkan senyuman kehidupan Menyentuh ruang sempit hampir mati Menyapa rasa yang lupa pada siapa harus diberikan Hingga hambarnya pertemuan menciptakan keasingan Kau tenang, aku meradang Kau membawa cerita yang tak sempat kutuliskan Yang sajaknya rapuh dibakar arti kedamaian Damai dalam bayang – bayang Sarolangun, Desember 2021   Jatuh Di sudut ruangan bercat putih Dihiasi…

  • Mana yang tepat: “Bahasa” atau “Indonesian”?

    “Can you speak Bahasa?” Bagi yang akrab dengan bahasa Inggris, kalimat ini seringkali didengar dari penutur asing kepada penutur asing lainnya yang sedang membicarakan bahasa Indonesia atau dari penutur Indonesia kepada penutur asing. Istilah Bahasa menjadi pilihan mereka ketika membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan bahasa Indonesia. Padahal, bahasa dan bahasa Indonesia merupakan dua hal yang berbeda. Kata bahasa dalam…

  • Puisi-puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Ah, Sudahlah! Mereka  yang bersinar bisa kehilangan cahaya Mereka yang berbudi bisa kehilangan nurani Mereka yang berbakat bisa kehilangan adab Mereka yang berani bisa jadi mati suri Semua karena tahta Semua karena cinta Semua karena kuasa Semua karena wanita Semua karena harta Semua karena dunia Padahal maya adanya Nurani lari dari hati Jiwa lari dari…

  • Satiris sebagai Gaya Komunikasi Kaum Milenial

    Satiris sebagai Gaya Komunikasi Kaum Milenial

      Membicarakan kaum milenial memang tidak ada habisnya, termasuk membicarakan gaya komunikasi generasi kelahiran tahun 1980-an ini. Ciri-ciri mereka adalah akrab dengan dunia bisnis dan filantropi. Mereka rata-rata tidak bercita-cita menjadi pegawai negeri dan tergolong aktif berkomunikasi di media sosial namun sedikit cuek dan minim basa-basi. Mereka juga merupakan kaum yang sangat sadar dengan segala…