Kategori: Literasi
-

Cerpen “Idulfitri untuk Ibu” Karya Siswati dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka
Idulfitri untuk Ibu Cerpen: Siswati Pukul 10 malam. Gerimis masih membasahi setiap jengkal tanah yang kupijak. Sementara, angin berhembus kian kencang menusuk hingga ke persendian tulangku. Kurapatkan mantel yang tengah kupakai. Perlahan aku mulai melakukan tugasku, mengunci pintu pagar. Tugas ini hanya kulakukan ketika aku pulang kampung, ketika jadwal sekolah libur. Malam ini, aku…
-

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati
Juang Perjuanganmu jangan berhenti jangan mati Diskusi, diktat, karya ilmiah hingga obrolan warung kopi berisi kaum papa dan petani Air mata yang jatuh ke ladang-ladang dan berhilir ke matamu Orang-orang terusir dari tanahnya, dari lautnya Termarjinalisasi di negeri sendiri Berjalan di gelap tanpa pendidikan Berperang dengan lapar mereka sendiri Kaum papa menanti-nanti Kau jangan berhenti…
-

Kata Serapan yang Jarang Diketahui Orang
Kosakata dalam bahasa Indonesia bersumber dari berbagai bahasa yang terproses dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Tidak sedikit kosakata tersebut berasal dari negara lain yang dalam catatan sejarah dibawa oleh warga negara asing ketika masuk ke Indonesia. Kata-kata tersebut digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menamai berbagai hal yang belum memiliki kosakata. Dalam perkembangannya, sistem ejaan bahasa…
-

Puisi-puisi Fury Buhair dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Kau, Bertanya Malam [?] Malam: Pelabuhan, kelopak matamu adalah malam bukan? gelap dan penuh air mata kesunyian pintalan rahasia kau jalin ia dengan jari-jari yang mengusap Malam: Kesedihan, seberapa basah pun wajah teguh itu sesendu Selat Sunda dengan hamparan luka? kau tak hirau… tak ‘kan ada bibir dingin yang mempersoalkan Malam: Hitam, tak perlu repot membalut…
-

Bentuk Terikat Nara-
Bentuk terikat nara- dan turunan menarik untuk dibahas setelah minggu lalu bentuk terikat pasca- dibahas di laman klinik bahasa Scientia.id. Nara- merupakan bentuk terikat yang berasal dari bahasa Sansekerta. Bentuk terikat adalah bentuk yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak ada artinya tanpa bergabung dengan kata dasar lain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk…
-

Cerpen Sakura Alvino “Sarha Perjuangan” dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Sarha Perjuangan Cerpen: Sakura Alvino Pagi ini, dengan suasana yang terus waspada, aku duduk di kursi dan menyesap syai buatan Aisha, istriku. Tidak ada yang tahu waktu-waktu akan bergulir membawa kepedihan. Tanpa prediksi, serangan udara dari Israel bisa saja mendarat meluluhlantakkan pemukiman kami. Benar saja, dinding bergetar hebat. Beberapa detik yang lalu bom sudah mendarat di…
-

Puisi-puisi Metra Wiranda Putra
Melawan Kemustahilan Di malam pekat Hening dan kesunyian mengumpal jelas Memandang lesu harapku di kejauhan Tatapan kosong tak terpenjam Hasrat ini selalu menghantam Ingin menyikut keras kemustahilan Rumit, kata yang acapkali mewakili benak Hingga lupa Mahakuasa yang bertindak Realitas tak mampu bukakan netra Semuanya perihal kelengkaraan belaka Sarwa hanya tampak fatamorgana Kalbu ini selalu gelisah…
-
Bentuk Terikat Pasca-
Banyak yang tidak menyadari bahwa pasca- merupakan sebuah bentuk terikat. Sebagai bentuk terikat, penulisan yang benar ialah pasca-, bukan pasca. Ada tanda hubung (-) setelah kata pasca. Hal ini menandakan bahwa kata yang berada setelah bentuk terikat pasca- harus ditulis serangkai. Dengan demikian, bentuk-bentuk yang menggunakan kata pasca- yang benar ialah pascasarjana, pascagempa, pascatsunami, dan…
-

Puisi-puisi Djoe HT Bagindo dan Ulasannya oleh Ragdi F.Daye
Memagut Kenangan Semua ini tak pernah sampai padamu yang terlanjur pergi pamitmu tak kembali masih tersisa aroma pagi di matamu dan aku ingin melihatnya kembali Di pantai belakang rumah kita hanya ada bayangmu Angin terasa tak sejuk lagi, begitu juga laut dan gelombang, dan senja dengan lembayungnya Tak sempurna tanpa jejakmu Siluet dengan pesonanya yang abadi…
-

Puisi-puisi Hutami Febrianti
Rindu Negeri yang Permai Semesta bergemuruh Segala aktivitas lumpuh Ekonomi dan pendidikan mulai rapuh Bahkan, kepercayaan terhadap Tuhan pun hampir runtuh Gundah gulana menari di hati Ketakutan mulai menyelimuti Tak ada satu pun yang peduli Semua memikirkan diri sendiri Negeriku berduka Isak tangis di mana-mana Menelan banyak korban jiwa Menghadirkan luka lara Doa-doa dipanjatkan Menanti…