Kategori: Literasi
-

Berbagai Istilah Baku tentang Idulfitri
Pada tanggal 13 Mei 2021, umat Muslim merayakan Idulfitri. Pemerintah Indonesia sudah menetapkan hari libur untuk merayakan momen tersebut, yaitu pada tanggal 12 hingga 14 Mei 2021 sehingga masyarakat Indonesia bisa menikmati hari libur nasional dari hari Rabu hingga Jumat, serta diikuti akhir pekan. Waktu libur yang cukup panjang ini biasanya digunakan oleh masyarakat Indonesia…
-

Puisi-puisi Julian Makhmudasa
Kepada yang Esa dalam pertemuan ini, ingin kusampaikan bahwa segala yang tunduk pada senja ialah jingga yang melilit tubuhku dan segumpal cahaya terpenjara di dalamnya saat berkata tentang pelik yang bergumul bertandang bagai hidangan semerawut tak ada lagi nisbi yang meranggas pada tubuh yang kian sesak bernapas melodi-melodi aneh menjelma alunan kekusutan angin bertiup mengantarkan…
-

Cerpen “Warisan Ayah” Karya Silvianti Cing dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
Cerpen: Silvianti Cing Kusingkapkan sedikit daun jendela kamar yang menghadap ke arah timur. Berderit-derit di antara derap langkah cecak yang kedinginan. Kulayangkan pandang menembus pekatnya kabut, menelusuri jejak rembulan yang terseok-seok dikejar semburat kuning di titik nadir. Hembusan udara pagi berbisik, segar napasnya menyelinap di balik daun jendela yang mulai berlubang di beberapa bagiannya, dimakan…
-

Takjil, Interferensi bahasa Arab ke Bahasa Indonesia
Takjil sebuah istilah yang populer pada bulan Ramadan. Istilah takjil populer digunakan dalam bulan Ramadan bersama beberapa istilah dari bahasa Arab, seperti iktikaf, iftar, saum, qiamulail, tarawih, qada, dan fidiah. Semua kata tersebut sudah masuk ke dalam lema atau entri Kamus Besar Bahasa Indonesia daring tanpa perlu dimiringkan penulisannya. Takjil merupakan salah satu contoh…
-
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama
Malang Aku terpaut di sini Dijebak gelisah keramaian Aku berlari menyongsong angin Harapkan hembusan segar di tepi sunyi Entah apa yang kupuja Tetap bertahan nikmati tarian badai salju Hingga kerlip bintang pun tak sedikit tampak cahaya Menerka-nerka indahnya senja Aku bertanya pada gelombang surut pulang Tentang hempasan kuat tak bisa menerjang Arusnya berlari membentuk tepian…
-

Puisi-puisi Surya Hafizh dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Telaga dan Surau Tua aku tak hendak jadi suara menjadi kerikil jatuh yang kau lempar ke telaga mengusik bias bayang surau tua aku tak hendak mendengarmu menyusun suara parau mengungkit-ungkit kaji lama aku tak hendak menjadi aroma tubuh yang memikat: malam dan segenap setan memperalati waktu, membuatmu ketakutan menunggu kabut diam-diam meminjam wajahmu —diam-diam hendak menjadimu mengulurkan…
-
Bingkai Foto atau Twibbon
Saat ini ada kebiasaan baru pengguna media sosial. Membuat twibbon untuk diunggah di Twitter, Facebook, Instagram, atau WhatsApp. Twibbon merupakan akronim dari twitter yang bermakna ‘kicauan’ dan ribbon yang bermakna ‘pita’. Kridalaksana (2007: 169) menyatakan bahwa akronim merupakan kependekan yang dilafalkan sebagai sebuah kata. Akronim twibbon dibentuk melalui pengekalan tiga huruf pertama pada kata twitter dan pengekalan empat…
-

Puisi-puisi Diego Alpadani
Menampar Purnama Biarkan aku menampar purnama karena rindu adalah bentuk paling asing dalam kehidupan yang kapitalis ini. Sedang rintik hujan adalah kebengongan bahasa yang diper- malukan! Bagai emak-emak lampu sen kanan belok ke kiri. Apakah ini rahasia semesta dalam mempertelekan ideologi? Tangan ini sudah lama gatal hendak menampar purnama. Melepas rindu dengan membelai sangat konvensional,…
-

Cerpen “Lelaki Penjemput Pelangi” Karya Fadli Hafizulhaq dan Ulasannya oleh M. Adioska
Lelaki Penjemput Pelangi Cerpen: Fadli Hafizulhaq Tidaklah pernah kuhitung selang waktu kepergian Ayah. Sungguh tak kukira akan sebegitu lama, sejak saat hanya rambut yang dapat kusisir hingga telah piawai pula memoles bibir. Telah lama memang ia menghilang, tersebab sebuah alasan yang terdengar konyol : menjemput pelangi, begitu kata Ayah waktu itu. Bualan yang pada akhirnya membuatku…
-

Puisi-puisi Dara Puspa Mulyana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
[vc_row][vc_column][vc_column_text] Sebuah Ketulusan Aku terlahir dari hatimu yang paling suci Pancaran matamu menjagaku untuk tetap merasa tenang Tanganmu merangkulku dengan kebijaksanaan Kata-katamu mendidikku dengan kearifan Ayah, Tak terbilang segala jerihmu Di pagi buta Kau hadang sang lentera dengan kerja keras Di keelokan senja Kau ajak aku berdialog perihal mimpi-mimpi Di malam sepi Kau peluk kegelapan…