Kategori: Literasi

  • Puisi-puisi Afriant Ishaq dan Ulasanya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Afriant Ishaq dan Ulasanya oleh Ragdi F. Daye

    Jiwa-jiwa Kehilangan Semilir menyelip mesra di antara telinga Membawa bisikan petaka dari seorang durja Ada hati yang tersentak lalu rapuh sebelum membara Tinggalkan kesakitan tanpa ada bekas abu mengudara   Ada darah tercecer dari tapak ksatria Melukis abstrak di beling yang penyebab luka Perlahan meresap pada bakal yang bernama raga Lalu, semua semangatnya sirna  …

  • Puisi-puisi Andian Z. Arifin

    Puisi-puisi Andian Z. Arifin

    Masker Demokrasi Kita adalah jelata angka-angka pemilihan Dikebiri oleh kepentingan para penguasa Lalu dibungkam dibalik masker demokrasi Tanpa diberi kebebasan bersuara Ironinya, wakil rakyat hari ini kehilangan jati diri Lupa pada janji membela hak anak-anak negeri Memilih menutup mata dan telinga; mematikan hati nurani Terbuai ambisi dan pundi-pundi investasi luar negeri. Bireuen, 09 Oktober 2020.…

  • Cukup Satu Kali Saja Pakai Tanda Baca!

    Cukup Satu Kali Saja Pakai Tanda Baca!

    (1) Dilarang buang sampah di sini ! ! ! ! ! ! .  Kalimat larangan tersebut banyak ditemukan di berbagai tempat. Hanya untuk satu tujuan, yaitu si pembuang sampah menyadari bahwa orang-orang sudah marah dan diharapkan untuk tidak membuang sampah lagi di sana. Itulah yang ingin dicapai si penulis dalam komunikasi tersebut. Di sisi lain,…

  • Puisi-puisi Mhd. Irfan

    Puisi-puisi Mhd. Irfan

    Penjara Tepian Pit Gempa Izinkan aku memasukimu akan kurenangi segala pilu yang tersemat pada jantung yang kian jingga warnanya mengalir deras pada nadi, melilit sansai itu Meski tak segalanya dapat kuarungi di sana akan kubangun sebuah menara dengan teropong menghadap ke selatan daya menyorot sepi beralun pasang Sebelum tiba ke sini menyingkap tirai bersulam bintang…

  • Cerpen Karya Meria Fitriwati dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Cerpen Karya Meria Fitriwati dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    Jodoh Cerpen: Meria Fitriwati Aku adalah seorang gadis yang berumur 25 tahun. Menjadi guru setelah menamatkan kesarjanaan adalah pilihan yang harus aku jalani. Walaupun tidak bercita-cita menjadi guru tetapi berbagi ilmu bagiku adalah suatu keharusan. Selain tamatan sarjana teknik sipil, aku juga menekuni bidang tulis menulis. Bagiku menulis adalah impian yang harus kulewati dari hari…

  • Puisi-puisi Dara Puspa Mulyana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Dara Puspa Mulyana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    Sebuah Harapan Hari itu Di depan sebuah istana Aku menjajakan kafein Menuangkannya ke dalam gelas-gelas kertas   Hari itu Setiap aku menapakkan kaki memasuki gerbang Angin selalu berdansa dengan indah Meniup khimar yang aku kenakan Aku bersyukur Bukan karena lembaran-lembaran kertas yang aku peroleh Lebih dari itu, Sebuah perjalanan Di sana kulihat taman surga Surga…

  • Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Memasak Kopi Cinta   Pagi-pagi, aku sudah menangis melewati pancuran Memasak air untuk segelas kopi di bola mata yang kantuk Karena cinta yang hitam berujung tragis kepada kepahitan Yang membentur remuk di kepala   Namun, cinta yang manis tetap berbuah manis Walaupun kopi cinta menghasilkan kata pahit Kata pahit itu murni tanpa gula Kopi cinta…

  • Tata Cara Penulisan Kata Majemuk dan Idiom Berimbuhan

    Tata Cara Penulisan Kata Majemuk dan Idiom Berimbuhan

    Saat ini, bulan Oktober. Bulan yang ditetapkan sebagai bulan bahasa Indonesia. Bulan ini mengingatkan kita untuk mencermati kembali pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa kebanggaan yang mempersatukan seluruh keberagaman bangsa Indonesia. Salah satu cara menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan adalah taat pada tata cara penggunaan bahasa, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Penggunaan bahasa Indonesia…

  • Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

    Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

    Oleh: Leni Syafyahya, S. S., M.Hum. (Dosen Linguistik, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya,Universitas Andalas) Sebagian orang menganggap bahasa Indonesia itu mudah. Dalam ragam santai, bahasa tutur yang digunakan sehari-hari memang dianggap mudah. Akan tetapi,  bila kita dihadapkan pada satu situasi harus menggunakan bahasa Indonesia ragam resmi yang terjaga, kita akan merasakan pekerjaan itu tidaklah…

  • Cerpen Loli Rahmana Putri dan Ulasannya oleh M. Adioska

    Cerpen Loli Rahmana Putri dan Ulasannya oleh M. Adioska

    Nasib Si Urang Pudua Cerpen: Loli Rahmana Putri Bukik Punago memanggil Mak Ujang. Unggas-unggas pemakan padi berayun pada ujung dahan memantau hamparan padi yang mulai menguning. Nampaknya, tundukkan padi yang berisi tak memberikan ruang sembunyi bagi para unggas. Tak heran, ketika sedikit saja Mak Ujang terlambat ke sawah, sawah yang menguning pun bak disirami dedaunan lapuk…