Kategori: Literasi
-

Makna dan Penulisan Partikel “Pun”
Partikel adalah kata yang unsurnya bisa bermakna setelah mengalami proses gramatikal, tetapi tidak mengandung makna leksikal. Salah satu ciri proses gramatikal adalah terdapatnya makna terhadap suatu kata setelah kata itu disandingkan dengan kata lainnya, seperti imbuhan, partikel, dan sebagainya. Ada banyak imbuhan di dalam bahasa Indonesia. Salah satunya adalah awalan “ber-“. Awalan “ber-“ belum memiliki…
-

Sendu Penuh Kenangan | Puisi Karya Surya Hafizh dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye
Puing-puing Hujan Reruntuhan itu Kau kenang juga Puing-puing hujan yang menimpa atap rumahmu, Menenggelamkan jembatan satu-satunya di desa Memutus jalan setapak yang membawa kita sepulang sekolah Tak pernah berselisih paham tentang siapa yang melahirkan hujan Bagimu langit dan awan hanya menawar sepi bunga-bunga taman, Kehilangan Kemudian, saat tampak olehnya atap rumahmu ia pun menguap: karena panas…
-

Bahasa Indonesia dalam Perda
Bahasa Indonesia adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak hanya cermin karakter bangsa Indonesia, tetapi juga alat untuk menjaga ketahanan nasional bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang majemuk dan terdiri atas berbagai suku bangsa dapat bersatu dan tidak terpecah-belah disebabkan oleh bahasa Indonesia sebagai perekatnya. Jadi, bahasa Indonesia sudah sewajarnya mendapat…
-

Puisi-puisi Indah Wulandari Pulungan
Bingkisan Terindah Ketika nelangsa menggenangi pelipis belia itu Ingatlah ada pelipis yang sudah berkerut menantikan sebuah kebahagiaan Hanya sekadar menjinakkan terik mentari agar tak lagi membuatnya menumpahkan peluh Hanya sekadar mengistirahatkan rangka jasad yang hampir lapuk dimakan waktu Untuk sedikit sungging yang manis di ujung bibir ripuk itu Hingga masa hendak beralih dan perasaian…
-

Randa Kabla, Cerpen Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya Oleh Ragdi F. Daye
Randa Kabla Cerpen: Amalia Aris Saraswati Bukinah membawa cucunya, yang terkena dampa penyakit gatal yang tak tahu hewan apa penyebabnya, kepada Randa Kabla. Randa Kabla mengunyah beberapa daun gude dan sepotong kunyit. Lengan cucu Bukinah yang terkena dampa disembur dan dibaluri ramuan tadi. Si cucu meringis perih. Bukinah mengulurkan sekantong gula merah. Randa menampik. Bukinah…
-

PKH dan Bahasa yang Memberdayakan
Berbahasa sejatinya haruslah membangkitkan harapan. Berbahasa tidak seharusnya merendahkan atau mengecilkan arti diri seseorang atau sekelompok orang. Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas oleh pemerintah juga seharusnya memberikan harapan pada masyarakat untuk bangkit dari kemiskinan sesuai dengan namanya. Namun dalam praktiknya, kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan. Pelaksanaan PKH sampai saat ini masih menyisakan berbagai…
-

Puisi-Puisi Djoe H.T. Bagindo dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka
SIANG DI RANTAU Djoe.H.T.Bagindo Kering menyapa di atas tiang lampu merah menyala Terik menyobek kulit berbau debu aspal kota Di kawah rantauterdampar jiwa Aku yang lahir dari rahim kesunyian Terdampar pada kolong peradaban yang biadab Padanegri yang sibuk bersolek seperti Belia yang baru kenal lelaki Siang yang keparat Dari sebuah armada sepatu…
-

Puisi-puisi Chalvin Pratama Putra
Elegi Kopi Secangkir kopi menelik kenangan yang kini telah redup seperti sinaran kunang-kunang, dan malam dengan temaram lampu jalan di sudut kota sepi Aku menampung bayang-bayangmu, seolah kakimu masih menggores jejak pada bumi, walau kini kau telah menyepak dari naungku Tinggal kisah darimu yang sempat meracik kopi dari hati, meski kini kau tengah…
-

Penghilangan Awalan me- dalam Percakapan Nonformal
Bahasa sangat penting bagi kehidupan manusia untuk bisa berinteraksi atau berkomunikasi dengan individu lainnya. Sifat bahasa yang dinamis dan konvensional membuat bahasa itu membentuk polanya sendiri berdasarkan penggunaannya di tengah masyarakat. Akibatnya, ada perbedaan antara bahasa yang digunakan dalam situasi formal dan situasi tidak formal. Bahasa dalam situasi tidak formal ini, seperti percakapan sehari-hari yang…
-

Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin
Lebaran Sunyi Malam tak lagi riuh Gema takbir tak lagi ramai Lengang tanpa ingin sebab Sunyi tanpa harap Lebaran telah sunyi Anak-anak biasanya main petasan Kini berdiam di rumah Menghabiskan waktu bersama keluarga Lebaran kini memang terasa berbeda Terasa lengang Terasa sunyi Hingga riuh pun tak terdengar lagi Karena pandemi korona …