Kategori: Literasi
-

Puisi-puisi Reno Wulan Sari
Kaba dari Laut Seketika turun dari langit, berberita Limbubu bernama angin, berjarak seperempat depa dari tanah perkuburan Tempat ia memakamkan hikayatnya Sebab tak pandai lagi mengangkat tiang layar! Ia takut terbawa arus. Ia cemas disapa hantu laut Setelah pisaunya dilarikan bocah yang bermain layangan Terkutuk! Teriaknya Berabad kemudian, Bocah lain menunggu angin. Limbubu bernama…
-
Kalimat “Mohon Maaf kalau Ada Salah”
Oleh: Reno Wulan Sari Bulan suci Ramadan dan Idulfitri yang baru saja berlalu menjadi momen yang sangat dinantikan bagi seluruh umat muslim di dunia. Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri selalu disambut dengan penuh sukacita dan dengan perasaan yang bahagia. Perasaan bahagia itu pun senantiasa selalu diiringi dengan berbagai aktivitas positif, mulai dari membersihkan diri,…
-
Puisi-Puisi Tiara Nursyita Sariza
SANSAIKU COVID-mu (1) Di sudut kota tanpa pembatas Seorang lelaki nyalang di mata, namun resah di dada Cerutu adalah teman setia pada jemarinya yang kesepian Dan rupiah adalah racun yang harus ditawar Di seberang jalan mobil sikijang Tak ubah hiasan di tepi aspal Patung berjemur Lintang sumatra panggilan nyawa Kapan sansai ini perginya?…
-

Bahasa Romantisme Naturalis dalam Puisi-Puisi Kong Kwang Kyu, Penyair Korea Selatan
[h] Oleh: Elly Delfia (Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) [/h] Alam begitu penting bagi seorang penyair. Melalui alam, para penyair memproduksi kosakata yang dirangkai sebagai ekspresi perasaan yang romantis. Kemudian, rangkaian kosakata tersebut dikenal dengan puisi. Puisi merupakan hasil karya imajinatif yang romantis dan indah. Bahasa yang digunakan dalam puisi bukanlah bahasa…
-

Eighteen
[h] Oleh : (Nana Rulando/ Universitas Andalas) Juara Harapan 1 Lomba Menulis Cerpen Festival Budaya Korea 2019 UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas [/h] “Usia 18 tahun bukanlah usia yang bebas, karena kami akan selalu merasa serius untuk setiap momen” Namaku Hanaira, biasa dipanggil dengan sebutan Aira atau Hana. Aku seorang gadis yang memiliki darah Indonesia…
-

Bahasa Feminin dalam Kumpulan Cerpen Catatan Pertama Karya Reno Wulan Sari
[h] Oleh: Elly Delfia (Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) [/h] Perempuan memang makhluk lain sedikit dari laki-laki. Bahasa yang digunakannya juga berbeda dengan laki-laki. Bahasa ataupun diksi yang digunakan perempuan identik dengan gender mereka. Bahasa tersebut kadang menjadi teka-teki dan rahasia yang rumit untuk dimengerti oleh laki-laki. Perempuan cukup…
-
TRADISI LAGHOUK DAN BAHASA PERJODOHAN MASYARAKAT TRADISIONAL PADANG PARIAMAN
[h] Oleh : M. YUNIS (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) [/h] Laghouk tergolong dari salah satu model palangkahan di Minangkabau, khususnya Padang Pariaman. Palangkahan laghouk digunakan di dalam mengukur dan mencari keserasian pasangan yang akan menikah. Sebelum individu melangsungkan acara saremonial perkawinan, kedua pasangan harus di laghouk. Tugas melaghouk ini diambil alih…
-

That Dazzling Day
[h] Oleh : (Maharani Putri/ Universitas Andalas) Juara 3 Lomba Menulis Cerpen Festival Budaya Korea 2019 UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas [/h] “Nal neomu neomu neomu johahamyeon geuttae malhaejwo.” “Naega jakku jakku jakku tteoorumyeon geuttae bulleojwo.” Suara Somi dan kawan-kawan bernyanyi dengan semangat memenuhi ruangan kamarku. telepon genggamku memainkan lagu mereka dengan leluasa di pemutar musik…