Kategori: Puisi
-

Puisi-puisi Mhd. Irfan
Penjara Tepian Pit Gempa Izinkan aku memasukimu akan kurenangi segala pilu yang tersemat pada jantung yang kian jingga warnanya mengalir deras pada nadi, melilit sansai itu Meski tak segalanya dapat kuarungi di sana akan kubangun sebuah menara dengan teropong menghadap ke selatan daya menyorot sepi beralun pasang Sebelum tiba ke sini menyingkap tirai bersulam bintang…
-

Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin
Memasak Kopi Cinta Pagi-pagi, aku sudah menangis melewati pancuran Memasak air untuk segelas kopi di bola mata yang kantuk Karena cinta yang hitam berujung tragis kepada kepahitan Yang membentur remuk di kepala Namun, cinta yang manis tetap berbuah manis Walaupun kopi cinta menghasilkan kata pahit Kata pahit itu murni tanpa gula Kopi cinta…
-

Puisi-puisi Diego Alpadani
Membaca Kenyataan Kita harus membaca kenyataan bukan lagi andai kata atau seakan atau sebangsa itu yang membuatmu mengali tanah sedalam sumur dengan tempurung dan mengubur dua bola matamu itu. Pada kenyataan paling dingin lebih dingin dari musim hujan. Pelukan bukan bentuk cinta yang kita punya. Itu hanya cara berbagi kehangatan di sela-sela kebosanan romantika…
-

Puisi-puisi Imam Khoironi
Api di Matamu Kulihat nyala api, di matamu bergelora, membakar tiap-tiap keinginanku untuk berpaling biarkan aku pelihara Daripada percikan-percikan umpama janji kita untuk selalu memelihara api Yang penuh kesunyian suci Lampung, Juni 2019 Jenuh Kalau waktu itu tiba, kau akan jenuh merangkaki bumi merayapi nasib, sebagai melata Kau akan mengepakkan sayapmu, meski dengan…
-

Puisi-puisi Randu Sunerta
SURAT MALAM UNTUK KEKASIHKU Betapa ngerinya, betapa ngerinya kerlingan lampu-lampu yang tercekik sengatan arus, betapa ngerinya di pangkal gubuk dan jalan tanpa ada yang lalu-lalang menerobos sepi dalam dinginnya malam tapi tiada apanya, kekasihku rindu ini lebih ngeri dari tatapanku rindu ini, kekasihku. Jangkrik dan katak adalah isyarat kesunyian atau pun dari redupnya rembulan.…
-

Puisi-puisi Apriwanto
Berlayarlah Anak Muda Kutahu ombak begitu besar di lautan Daratan begitu hampa tanpa cobaan Kudayung sampan hingga tujuan Terasa hidup perlu rintangan Kudatang di Lembah Harau bersama rombongan Daun pegunungan kian bertasbih Cantik mempesona hingga mewangi Harau Payakumbuh kian dipadati Kebahagiaan kian terasa Tantangan mengayuh kian bermakna Hidup perlu mencari makna Agar…
-

Puisi-puisi Mita Handayani
Kau, Aku, dan Semu Di sudut lampu jalanan kota Di tengah hiruk-pikuk manusia Aku berteman dengan nestapa Bermandikan luka dan air mata Ketika mengingat semua tentang kau Seketika terasa sesak dalam rongga dada Kenangan-kenangan indah yang pernah terjadi Kini sirna dan tiada bertepi Aku berteriak sejadi-jadinya Kulemparkan semua duka pada Sang Pencipta Alam…
-

Puisi-puisi Lulu Fahkrunisa
SI NONA Saat sunyi menerpa, menyapa Tapak-tapak kecil mulai riuh, menghentak-hentak, mencoba membangunkan dunia Sesekali gelak tawa mengiringi bait-bait debu yang turut menerpa sang gadis-gadis manja Bunyi kerincing pun tak khayal menambah keramaian di sudut asrama tua Di depan sana, si nona terpana menatap hampa Mungkin berkhayal untuk kembali ke waktu muda, yang tak…
-

Puisi-puisi Tiara Nursyita Sariza
Alkisah Remaja Belia Di malam yang sunyi ia berpuisi seperti biasa di balik kelambu malam seorang remaja belia memborong pulpen dan buku cinta ke atas kasurnya jemarinya bergoyang tarian salsa di atas selembar kertas tentang riangnya gadis itu tadi pagi dii seberang pagar. “Mendapat dua potong senyum hangat dari pujaan adalah sarapan yang berkesan”…
-

Puisi-puisi Zainur Rahman
SEBELUM SENJA PERGI Engkau masih merangkak dalam silaumu Saat kisah dan kasihku sulam menjadi satu Membekas bayang ilalang Antara taman surga nenek moyang Doa pengharapan telah berguguran Dalam aroma napas begitu kemarau Menguncup sajak yang engkau siram Bermekaran di relung hati serta kerontang Senja telah tiba kekasih.. Enggan kukecup keningnya Antara bias yang…