Kategori: Puisi

  • Puisi-puisi Apriwanto

    Puisi-puisi Apriwanto

    Ayah Tercinta Menetes air di keningmu Kulit tanganmu kian rapuh Tak gentar Siang malam tanpa lelah Ayah Di keheningan malam Pengorbanan Perjuangan Membasahi pipi kami Ayah Kau tersenyum dengan sabar demi sekolah dan cita-cita Anak tercinta Ayah Sering penat kulihat Memikul beban Menggenggam harapan Meraih mimpi sang impian Padang XI Punggasan, 2022   Manis Sebatas…

  • Puisi-puisi Reno Wulan Sari

    Puisi-puisi Reno Wulan Sari

    Dayana memang tak berkesudahan, Nak segala tanya yang kautarik dan ulur di ujung mata termasuk belulang tajam, menancap kening suatu hari, hendak kugeser ke atas telinga menjadi tanduk, merobek perut, serupa hasut berlarilah, Nak, tak mengapa tapi jangan ke arah perut. Jauhi! kau akan kecewa begitu tahu ia tak lagi punya tulang memang tak berkesudahan,…

  • Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

    Tungau di Media Sosial terkadang kita menjadi tungau setelah berisik di media sosial menggigit diri kita sendiri 2022   Tungau Mati tuan meneteskan racun ke air dan tungau menduga minumannya selepas makan lontong cubadak pagi ini mampus malang betul nasibmu tungau tetapi tidak mengapa sebab kamu tidak tahu bahwa yang diminum adalah racun tentu ini…

  • Puisi-Puisi Yudhistira Ardi Poetra, M.I.Kom.

    Puisi-Puisi Yudhistira Ardi Poetra, M.I.Kom.

    Waktu Itu Tertegun aku di satu waktu Duduk termenung menatap ke arah jam satu Terlihat dua insan nan tengah memadu Entah itu tawa entah itu sendu Semakin dekat seakan terlihat buntu Sekejap terlintas memori waktu itu Tentang kisah di tempo dulu Pertempuranku mendapatkan kamu Memecahkan misteri yang seperti batu Namun ternyata berakhir belenggu Bekasi, Juli…

  • Puisi-puisi Rudi Antono

    Puisi-puisi Rudi Antono

    Ning Merah Jambu “Puisi-puisi ini kupersembahkan sebagai ucapan selamat ulang tahun ke-39 untuk istri tercinta, Elly Delfia” Ning merah jambu Berjalan cepat tidak tergesa Rambut ikal berkepang dua Menatap lurus menyemai asa Batinku menyapa tak berdaya Ditikam waktu menahan luka Ning merah jambu Berbalutkan putih abu-abu Mengalir darah penuh cahaya Merah jambu di samping rumahku…

  • Puisi-puisi Reno Wulan Sari

    Puisi-puisi Reno Wulan Sari

    Laut di Lemari Bapak berulang kali, kupinjam sarung bapak untuk sembahyang tiap sarung yang kuambil, memendam ombak laut entah laut yang mana, bergemuruh seperti dada bapak tenang, seperti matanya yang tajam dari ujung ke ujung sarung ia mengabarkan angin dari pangkal nasib sampai ke sepotong doa dalam perut yang kami kunyah begitu lahap yang kami…

  • Puisi-puisi Roma Kyo Kae Saniro

    Puisi-puisi Roma Kyo Kae Saniro

    Seruput Wak seruput teh leci dengan berkali hembus Wak apitkan di lengan pinggir jendela bus Wak seruput lagi tuk mencuat segala paham Yang telah bergejolak dan terpendam Kulihat kota yang dulu bereksistensi Mengisi lelah dan peluh diri Bersisa gelebah yang membadai Wak kan menjumpai Kau Berandai-andai sembari menyemburkan rindu Yang Wak  minum dan tahan hingga…

  • Puisi-puisi Elly Delfia

    Puisi-puisi Elly Delfia

    Tugu Yogya dari sekian banyak kisah sedih yang kudengar Juni ini akhirnya aku ada di sini, di Tugu Yogya di bawah terik matahari kota ini kukitari tugu berulang kali menyelami kisah dibalik ketinggian 25 meternya di antara warna putih dan puncak keemasannya kususuri jejak kebijaksanaan dan keagungan para penguasa yang menampung jiwa-jiwa kelelahan dari berbagai…

  • Puisi-puisi Ria Febrina

    Puisi-puisi Ria Febrina

    Episode 1: Di Rumah Kami Tidak Ada Di rumah kami tidak ada televisi dari subuh ke dini hari anak-anak mengeja huruf membaca kisah tentang bertetangga, tidak boleh asal membuang sampah, dan bagaimana berterima kasih, meminta maaf, serta meminta tolong serupa kami yang dulu dididik orang tua, mereka juga merasakan ngilu dan sedih kena marah tapi…

  • Puisi-Puisi Mhd. Irfan

    Puisi-Puisi Mhd. Irfan

    C Kepada Ama Yanuarti Di sana aku bersidekap dengan kegirangan, betapa kali ini telah kusematkan segala kerapuhan, berjejal di antara bukit dan padang yang terhampar, o, inginku tinggal pada lindap hati ibumu. Di sana aku lebamnya mentari-mentari letih, aih, selalu ada pertandangan tentang malam yang tiada terlelapkan, sekalipun kureguk tanda-tanda angin di tubuh ini, tahu…