Kategori: Puisi

  • Puisi-puisi Gracia Sintha Femilya   

    Puisi-puisi Gracia Sintha Femilya  

    Merasa Dewa Dalam segala kekurangan dan ketakberdayaan Lalu apa yang membuat dagumu terangkat ke langit Memandang seakan kau adalah dewa dan kami adalah hamba sahaya Jika saja Tuhan jengkel dan menghentikan sebentar detak jantungmu lalu kau bisa apa? Andaikan bumi yang kecil seperti debu Tak seberapa jika dibandingkan lautan dan berjuta planet lain di alam semesta…

  • Puisi-puisi Ragdi F. Daye

    Puisi-puisi Ragdi F. Daye

    Kalikikanji Kau dapat mengukur seberapa dalam luka di kulitnya, di punggung, di lutut, di kening, di kaki, di sekujur tubuhnya, tapi tak akan pernah tahu seburuk apa koyak di hatinya. Kecuali bila kau mau berlapang hati pergi bersamanya menyusuri jalanan berkelok-kelok, kisah berliku-liku, sampai ke rumah kayu di lereng bukit. Panorama yang ingin kau abadikan…

  • Puisi-puisi Mhd. Irfan

    Puisi-puisi Mhd. Irfan

    Kepada Yepeye Aku melihat mata bertangga menuju sebuah kolam pecah di rantau angin di sana bunga-bunga merayap di bawah lumut dan seekor buaya menggenggam telur ayam Aku melihat perca-perca mata tangga jatuh membedak ke lantai kayu dihinggapi lalat hijau, dikerubungi semut merah dan awan menggenang di sana Aku melihat tangga mata turun dari lereng bersaga—pembiasan…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Pergi ke Tuhan Orang-orang meyuruhku pergi ke Tuhan di mata mereka, aku adalah si kafir itu yang harus merangkak menuju kepada-Nya dan berjanji akan beriman sepanjang hayat Mereka meneriakiku, “Bertaubatlah, kafir!” Namun, adakalanya mereka merendahkan suaranya padaku, “Kau telah berjalan terlalu jauh dari-Nya, kembalilah sebelum terlambat,” “Itulah sebabnya Tuhan menciptakan kalian untukku,” jawabku. Orang-orang menyuruhku…

  • Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

    Sawah dalam Lambung : hari tani nasional 24 September I. dalam lambung petani, sawah selalu kelaparan akan ditumbuhi padi dan bunyi mesin tapi bisakah orang-orang sadar selepas perutnya kenyang ada tangis darah para petani dalam lambungnya? II. sawah dalam lambung petani adalah kehidupan, tapi malah dianggap halu : kok bisa, sih? tanya tikus ya, bisa.…

  • Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

    Palsu gerimis membasahi kota malam itu membasuh hatiku yang hampir patah aku berlari pada kekasih ia tak berada di tempat hanya rumah yang dingin dan kesepian dalam setiap langkah, bersamaan hujan deras di mataku “Ya Tuhan, ampuni aku,” “Ya Tuhan, ampun,” “Ya Tuhan,” “Ya Tuhan,” “Ampuni aku yang telah kafir, memuji nama indah-Mu tapi kekasih…

  • Puisi-puisi Mutiara Lembayung

    Puisi-puisi Mutiara Lembayung

    Di Meja yang Sama aku mencintai langit biru menyukai cericit burung merasakan desah dedaunan menghitung butir embun di pagi hari menghirup aroma hutan dalam diri semesta dan menikmati musik jalanan nan sendu kau bercerita tentang Rossi yang pensiun dari sirkuit Marquez yang meliuk-liuk menakluk tikungan demi tikungan lalu tentang Ronaldo yang kembali pulang ke MU…

  • Puisi-Puisi Mhd. Irfan

    Puisi-Puisi Mhd. Irfan

    Senin Sebuah meja hitam berkaki empat meredup dalam sebotol teh pucuk harum dan piring kaca sumbing di sebelah getar jam tangan segalon air menetes ke kaki anak semut Smartphone dengan nada pagi berkicau di daun telinga kepulangan pertama tidak berketahuan anak-anak meminta jatuhkan mainan dari pesawat kertas yang diterbangkan kembalilah demi sepatu kusam tanpa kaos kaki…

  • Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

    Tertipu Di perempatan pusat kota malam itu Kau tahan malu, menjajakan lesu Meraut irisan sembilu di atas tumpukan batu-batu Nantikan haru sang supir bukakan pintu Cahaya merah meringkus sangar tatapanmu Angankan kepingan seribu-seribu Tak sadar kau telah ditipu Riasan indah, kelap-kerlip warna lampu Di perempatan pusat kota malam itu Kau genggam tangis, demi buah hatimu Ibu…

  • Puisi-Puisi Mita Handayani

    Puisi-Puisi Mita Handayani

    Ikrar pada Sang Akbar Kutembangkan elegi pada raja malam pada ombak yang menghantarkan buih ke tepian pada angin yang mendekap dinginnya lautan pada layar yang hendak berlabuh di perhentian Sepasang netra menyisir celah cahaya siluet membias di bibir dermaga dua Insan membeku dalam jaga riak memecah palung hampa Kugurat nirmala renjana dalam darah yang berdesir…